Indonesia Investigasi
BATUPORON – Dalam upaya memperkuat kemanunggalan TNI Angkatan Laut dengan masyarakat pesisir serta pembinaan wilayah teritorial, Pangkalan TNI AL (Lanal) Batuporon menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Keamanan Laut dan Bakti Sosial di Balai Desa Lombang, Kecamatan Giligenting, Pulau Gili Raja, Kabupaten Sumenep, Kamis (23/04/2026).
Kegiatan yang dihadiri sekitar 50 nelayan setempat ini berfokus pada edukasi mengenai Objek Vital Nasional (Obvitnas), Daerah Terlarang Terbatas, serta penggunaan alat tangkap ramah lingkungan. Acara dibuka oleh Pasiter Lanal Batuporon, Kapten Laut (W/PM) Eko Prastiowati, selaku penanggung jawab kegiatan, yang menegaskan bahwa agenda ini merupakan wujud nyata pengabdian TNI AL dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir.
Mewakili Danlanal Batuporon Letkol Laut (P) Ari Wibowo, S.E., M.Tr.Opsla, Pasops Lanal Batuporon Kapten Laut (P) Johanes Satoro memberikan pemahaman mendalam mengenai tugas pokok TNI AL di wilayah kerja Lanal Batuporon. Ia menekankan pentingnya menjaga ekosistem laut demi keberlanjutan sumber daya ikan melalui penggunaan alat tangkap yang legal.
Kepala Desa Lombang, Ali Bangsul, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, edukasi tersebut sangat krusial agar nelayan tidak terjerat masalah hukum akibat ketidaktahuan. “Sosialisasi ini memberi pandangan baru kepada nelayan kami agar menjauhi alat tangkap yang melanggar undang-undang dan memahami batas daerah terlarang di sekitar Obvitnas,” ungkap Ali Bangsul.
Sesi materi teknis dilanjutkan oleh Danpos Kamladu Pasongsongan, Lettu Laut (H) Sugianto, S.H. Ia memberikan peringatan keras terhadap penggunaan pukat harimau, cantrang, bom ikan, hingga sianida yang merusak lingkungan. Selain itu, nelayan dengan kapal di atas 10 GT diingatkan untuk tertib administrasi dengan melengkapi dokumen kapal, SLO, dan SIB. Di sisi lain, Project Manager Security NPN untuk HCML, Bambang Sujatmiko, memaparkan risiko aktivitas di sekitar area pengeboran migas lepas pantai. Ia mengingatkan nelayan untuk mematuhi radius aman 500 meter dari anjungan migas dan larangan pemasangan rumpon di area tersebut demi keselamatan bersama dan kelancaran operasional energi nasional.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi selama sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Sebagai penutup kegiatan, Lanal Batuporon menyerahkan bantuan paket sembako sebagai bahan kontak kepada para nelayan.
Dalam pesan tertulisnya, Danlanal Batuporon menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim dan masyarakat. Ia berharap melalui kegiatan ini, tercipta sinergi yang kuat antara TNI AL dan masyarakat pesisir dalam menjaga kedaulatan serta kelestarian laut Indonesia.
Hs







