Perempuan Berintegritas, Pilar Penting Demokrasi yang Inklusif

 

Indonesia Investigasi 

ACEH TIMUR – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Aceh Timur menegaskan bahwa kehadiran perempuan dalam demokrasi tidak hanya dimaknai sebagai pemenuhan keterwakilan atau angka semata, tetapi juga sebagai wujud kontribusi nyata melalui integritas, gagasan, dan partisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi.(3/7/2026).

 

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikan oleh Ananda Gebrina Rizky, Anggota Bawaslu Kabupaten Aceh Timur, melalui pesan edukatif yang menyoroti pentingnya membuka ruang seluas-luasnya bagi perempuan untuk berpartisipasi secara bermakna dalam proses demokrasi.

 

“Kehadiran perempuan dalam demokrasi bukan hanya sekadar angka dan perannya sebagai keterwakilan, melainkan juga dari integritas, gagasan, serta kontribusi yang dihadirkan secara nyata. Saat perempuan mendapatkan ruang untuk berpartisipasi secara maksimal dan bermakna, maka demokrasi akan tumbuh menjadi lebih berintegritas, berkeadilan, dan inklusif.”

 

Menurut Ananda, demokrasi yang sehat membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan gender. Perempuan memiliki kapasitas, pengalaman, dan perspektif yang mampu memperkaya proses pengambilan keputusan serta memperkuat pengawasan terhadap jalannya demokrasi.

 

Bawaslu Kabupaten Aceh Timur terus berkomitmen mendorong penguatan partisipasi masyarakat, termasuk perempuan, dalam mengawal demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas. Upaya tersebut sejalan dengan berbagai program pendidikan politik dan pengawasan partisipatif yang bertujuan meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga kualitas demokrasi.

 

Melalui semangat “Ayo Awasi Bersama”, Bawaslu mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam mengawal setiap proses demokrasi, sehingga tercipta penyelenggaraan pemilu yang berkualitas, inklusif, dan dipercaya oleh publik.

 

Wahyudi

 

 

 

Pos terkait