Indonesia Investigasi
ACEH TIMUR – Anggota Panwaslih Kabupaten Aceh Timur, Muhammad Fazil, menegaskan bahwa upaya mencegah pelanggaran netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak cukup hanya dengan penegakan aturan semata, tetapi juga harus dibangun melalui pembinaan budaya kerja yang profesional dan berintegritas.
Menurutnya, netralitas ASN merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga kualitas demokrasi dan kepercayaan publik terhadap pemerintahan.
Karena itu, setiap instansi pemerintah perlu memiliki aturan yang jelas serta pengawasan internal yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
“Pencegahan pelanggaran netralitas ASN dimulai dari aturan yang jelas dan pengawasan internal yang konsisten, karena netralitas bukan hanya soal kepatuhan aturan tapi juga soal pembinaan budaya kerja,” ujar Muhammad Fazil.
Ia menambahkan, penguatan pemahaman terhadap kode etik dan disiplin ASN harus terus dilakukan agar aparatur negara mampu menjalankan tugas secara profesional tanpa terpengaruh kepentingan politik praktis.
Panwaslih Aceh Timur juga terus mendorong sinergi antara lembaga pengawas, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menciptakan iklim demokrasi yang sehat, jujur, dan adil, khususnya menjelang tahapan-tahapan politik dan pemerintahan.
Dengan adanya komitmen bersama, diharapkan ASN dapat tetap menjaga independensi, profesionalisme, serta kepercayaan publik dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Reporter: Tgk Jeunib




