Pekerjaan Infrastruktur Jalan Desa Panesibaja di Duga Dikerjakan Asal Jadi

Indonesia investigasi

SIGI – Pekerjaan jalan rabat beton tahun anggaran 2024 melalui dana DD di Desa Panesibaja kecamatan Marawola Barat kabupaten Sigi Sulawesi Tengah, hasilnya sangat mengecewakan masyarakat.

Kegiatan yang masuk dalam bidang pembangunan/ rehabilitasi/ peningkatan/ pengerasan jalan lingkungan pemukiman dengan nilai anggaran sebesar Rp 136.290.000.00 tersebut, diduga dikerjakan tidak sesuai spek alias asal jadi.

Hal ini terungkap ketika adanya laporan dari masyarakat setempat yang disampaikan kepada awak media ini. Selanjutnya dari pihak awak media melihat langsung kelapangan dan hasilnya betul seperti apa yang disampaikan oleh masyarakat Desa Panesibaja.

Bacaan Lainnya

Dari hasil pekerjaan terlihat banyak jalan rabat yang berlubang dan sudah kelihatan dasar tanah, bahkan ukuran ketebalan cor nya ada yang hanya sekitar 3 hingga 5 cm. Hal ini terlihat lebih banyak timbunan dari pada semen nya. Campuran semen lebih banyak pasirnya. Menurut masyarakat, ” Itu Rabat Pak di pinggirnya di kasih tebal sedangkan di tengah-tengah nya semennya tipis, hanya timbunan yang tebal, tutur masyarakat yang identitasnya tidak mau disebutkan.

Menurut masyarakat setempat yang namanya tidak mau disebutkan mengatakan bahwa, pekerjaan rabat beton tersebut dari kepala Desa panesibaja menyerahkan kepada kades Wiapore untuk dikerjakan, dan kades Wiapore menyerahkan lagi pekerjaannya kepada ketua BPD Panesibaja untuk eksekusi terahir dilapangan.(12/1).

Kades panesibaja, santiu ketika di konfirmasi beberapa saat lalu menyampaikan bahwa,” Saya ada ambil uang dengan kades Wiapore Akson, sebesar 10 juta rupiah, sehingga dia yang kerja,” ungkap santiu.

Ketua BPD panesibaja, Rano Palu ketika di konfirmasi melalui WA mengungkapkan bahwa, ” Pekerjaan jalan rabat beton itu diserahkan Akson selaku kades Wiapore sama saya dengan borongan 60 juta rupiah.

Selanjutnya menurut Rano Palu selaku ketua BPD Desa panesibaja, ” Saya tidak tau berapa anggaran nya Rabat beton ini, hanya dikasih 60 juta, itupun dari kades Wiapore. Apbdes saya minta tidak di kasih, apalagi RAB. Jadi kami selaku BPD tidak tau masalah anggaran karena apbdes kami minta dengan kades panesibaja Pak santiu tidak ada di kasih, semua anggaran di Desa ini tidak ada terbuka. Perubahan anggaran saja barusan kami tidak tau, tutur Rano Palu selaku ketua BPD dengan nada kesal.

“Diharap kepada pihak inspektorat kabupaten Sigi dan APH segera menidak lanjuti persoalan ini sebagai mana mestinya, ” Tutur beberapa tokoh masyarakat panesibaja yang tidak mau disebutkan namanya.

(Tim/red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *