Indonesia Investigasi
ACEH UTARA – Indonesiainvestigasi, (20/1/2026) Sekolah Dasar (SD) 10 Dewantara Aceh Utara yang terkena dampak banjir pada 26 November 2025 lalu. resmi menjalankan kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai tanggal 5 Januari 2026. Namun, berbagai fasilitas pendidikan dan administrasi di sekolah tersebut tidak dapat digunakan kembali setelah terendam air dan lumpur banjir, selain itu sebagian besar guru.
Kepala Sekolah, Muzakir SPD, menyampaikan bahwa semua peralatan penting seperti komputer, laptop, smartboard, chromebook, printer, meja kursi,buku paket belajar, serta alat-alat administrasi lainnya terendam total saat banjir melanda.
“Semua fasilitas yang ada tidak bisa digunakan lagi. Mulai dari peralatan untuk pembelajaran hingga yang diperlukan untuk administrasi sekolah semuanya rusak akibat terendam air dan lumpur,” jelasnya.
Tak hanya fasilitas sekolah, sebagian besar guru dan murid SD 10 Dewantera juga mengalami kerugian akibat banjir. Beberapa guru kehilangan barang berharga dan rumah mereka terendam, sementara banyak murid harus mengungsi bersama keluarga dan menghadapi kesulitan untuk melanjutkan belajar.

“Meskipun banyak yang terdampak, para guru tetap berusaha untuk melaksanakan tugasnya dan murid-murid juga sangat antusias untuk kembali belajar,” ujar Muzakir.
Sebelum memulai KBM pada tanggal 5 Januari 2026 aksi gotong royong dilakukan bersama masyarakat sekitar, dewan guru, dan para siswa. Kegiatan tersebut fokus pada pembersihan lumpur yang menutupi ruang kelas, ruang guru, ruang pustaka,ruang uks. dan area umum sekolah agar layak untuk ditempati.
“Tanpa dukungan dari masyarakat, kita tidak akan bisa segera memulai kembali KBM. Semua bekerja sama tanpa pamrih untuk kebaikan anak-anak kita,” tambah Muzakir.
Pihak sekolah telah melaksanakan pelaporan resmi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara. Selain itu, juga telah mengajukan permohonan bantuan tidak hanya untuk fasilitas sekolah, namun juga untuk membantu guru dan murid yang terdampak banjir agar dapat kembali menjalankan aktivitas belajar mengajar dengan lebih baik.
“Kita berharap bantuan dapat segera datang agar anak-anak bisa belajar dengan kondisi yang lebih baik dan para guru juga bisa mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan” pungkasnya.(Red)







