Menjaga Ketaatan dan Menghindari Perdebatan yang Tidak Perlu

 

Oleh: Tgk. Abdullah

Dalam kehidupan beragama, ketaatan kepada perintah Allah SWT dan Rasul-Nya merupakan fondasi utama bagi seorang muslim. Rasulullah ﷺ pernah bersabda: “Apa saja yang aku larang kalian darinya maka jauhilah, dan apa saja yang aku perintahkan kepada kalian maka kerjakanlah semampu kalian, karena sesungguhnya yang telah membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah banyaknya pertanyaan dan penyelisihan terhadap para nabi mereka.” (HR Bukhari & Muslim).

 

Bacaan Lainnya

Hadis ini mengandung pelajaran besar tentang bagaimana seharusnya seorang muslim menyikapi ajaran agama. Pertama, Rasulullah menegaskan bahwa setiap larangan harus dijauhi sepenuhnya. Larangan dalam syariat pada hakikatnya bertujuan melindungi manusia dari kerusakan, baik kerusakan moral, sosial, maupun spiritual. Oleh karena itu, menjauhi larangan bukan sekadar kewajiban, tetapi juga bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.

 

Kedua, dalam hal perintah, Islam memberikan ruang kemampuan bagi umatnya. Rasulullah menyebutkan agar perintah dikerjakan “semampu kalian”. Hal ini menunjukkan bahwa agama Islam adalah agama yang penuh rahmat dan tidak memberatkan. Setiap ibadah memiliki kemudahan sesuai dengan kondisi manusia. Prinsip ini mengajarkan keseimbangan antara kesungguhan dalam beribadah dan kesadaran akan keterbatasan diri.

 

Pelajaran ketiga yang tidak kalah penting adalah peringatan agar umat tidak terjerumus dalam banyak perdebatan dan pertanyaan yang tidak perlu. Sejarah umat terdahulu menunjukkan bahwa terlalu banyak mempertanyakan sesuatu yang tidak esensial serta gemar menyelisihi ajaran para nabi dapat menjadi sebab kehancuran. Sikap tersebut seringkali lahir dari kesombongan intelektual, bukan dari keinginan tulus untuk mencari kebenaran.

 

Dalam konteks kehidupan masyarakat hari ini, pesan hadis ini sangat relevan. Di era informasi yang serba cepat, perdebatan agama sering terjadi di berbagai ruang, baik di media sosial maupun dalam kehidupan sehari-hari. Tidak jarang perdebatan itu justru menimbulkan perpecahan dan menjauhkan umat dari esensi ajaran Islam yang sebenarnya: ketaatan, akhlak mulia, dan persaudaraan.

 

Karena itu, umat Islam perlu kembali kepada sikap sederhana namun mendalam dalam beragama: menjauhi apa yang dilarang, menjalankan apa yang diperintahkan semampunya, serta menghindari perdebatan yang tidak membawa manfaat. Agama tidak hanya untuk diperdebatkan, tetapi untuk diamalkan dalam kehidupan nyata.

 

Apabila prinsip ini dapat dijaga, maka kehidupan umat akan lebih harmonis, penuh keberkahan, dan jauh dari sikap saling menyalahkan. Pada akhirnya, ketaatan yang tulus kepada Allah dan Rasul-Nya akan menjadi jalan keselamatan bagi umat, baik di dunia maupun di akhirat.

 

Pos terkait