Indonesia Investigasi
ACEH TIMUR – Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Angkatan 83 WPS Sindikat II menyerahkan satu lembu meugang kepada warga penghuni hunian sementara (huntara) di Gampong Jawa, Kecanatan Idi Rayeuk dan Gampong Blang Nie, Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur, Selasa (17/02/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat di wilayah hukum Polres Aceh Timur.
Untuk lembu meugang di Idi Rayeuk dipotong dan diserahkan kepada warga penghuni huntara. Sedangkan untuk di Simpang Ulim, setelah lembu dipotong kemudian dimasak oleh mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Angkatan 83 WPS Sindikat II bersama warga.
Tradisi meugang yang mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Aceh dimaknai sebagai momentum berbagi dan mempererat solidaritas sosial, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.
Perwira pendamping mahasiswa, Kombes Pol Firdaus Wulanto, S.I.K., bersama jajaran kepolisian dan unsur muspika setempat turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Kasat Intelkam Polres Aceh Timur Iptu Jolly Ronny Mamarimbing, S.H., Kapolsek Simpang Ulim AKP Yose Rizal, S.H., Danramil 08/SPU Kapten Inf Syahrial, serta Geuchik Gampong Blang Nie, Yasir Haz. Sebanyak 21 mahasiswa STIK Lemdiklat Polri terlibat langsung dalam kegiatan itu.
Penyerahan lembu secara simbolis dilakukan kepada perwakilan warga melalui Geuchik Gampong Blang Nie.
Potongan daging lembu meugang dimasak masakan khas Aceh, “Kuah Beulangong” kemudian dilanjutkan makan bersama dengan warga penghuni huntara.
Salah satu perwakilan mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Angkatan 83 WPS Sindikat II, Iptu Dwi Kurnia, S.Tr.K. mengatakan, kegiatan tersebut tidak sekadar seremonial, melainkan bentuk kepedulian dan empati kepada masyarakat yang tengah menghadapi keterbatasan.
“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai aparat penegak hukum di masa depan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang berbagi dan merasakan kebersamaan,” ujar Iptu Dwi Kurnia.
Selain penyerahan dan pemotongan hewan meugang, mahasiswa juga menggelar kegiatan trauma healing bagi warga, khususnya anak-anak, untuk membantu memulihkan kondisi psikologis pascabencana. Kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama sebagai wujud kebersamaan antara mahasiswa dan warga.
Pada kesempatan yang sama, mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Angkatan 83 WPS Sibdikat II bersama unsur TNI-Polri dan masyarakat setempat serta mahasiswa AKUBANK Peureulak menanam 60 pohon di bantaran Sungai Arakundo, Gampong Blang Nie.
Iptu Dyanita, Safira, S.Tr.K. mewakili mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Angkatan 83 WPS Sindikat II menyebutkan, penanaman pohon itu dimaksudkan sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengurangi risiko bencana di kawasan tersebut.
Melalui rangkaian kegiatan sosial dan lingkungan itu, mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Angkatan 83 WPS Sindikat II berharap kehadiran mereka dapat memberi manfaat nyata serta memperkuat hubungan antara Kepolisian, TNI dan masyarakat di Aceh Timur.
Tgk Abdullah







