Indonesia Investigasi
PEKALONGAN KOTA – Indonesia investigasi.com – Polres Pekalongan Kota – Polda Jateng – Ledakan petasan terjadi di sebuah rumah kosong di wilayah Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Sabtu (21/3/2026) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan sembilan orang mengalami luka-luka.
Lokasi kejadian berada di Gang 8A, Kelurahan Noyontaansari. Ledakan keras sempat mengejutkan warga sekitar dan diikuti kepulan asap tebal dari dalam bangunan.
Berdasarkan keterangan saksi, suara ledakan terdengar dari arah rumah kosong yang berjarak sekitar tiga meter dari tempat tinggalnya. Dampak ledakan menyebabkan kaca rumah warga pecah serta bagian atap dan genteng mengalami kerusakan.
Warga yang mendatangi lokasi mendapati kondisi bangunan telah roboh di beberapa bagian. Sejumlah korban ditemukan dalam kondisi mengalami luka bakar dan luka ringan di beberapa bagian tubuh.
Sebanyak sembilan orang menjadi korban dalam peristiwa tersebut, terdiri dari tiga orang mengalami luka berat dan enam lainnya luka ringan. Seluruh korban telah dievakuasi ke RS Bendan, RS Siti Khodijah, serta klinik terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Petugas dari Polsek Pekalongan Timur yang menerima laporan langsung menuju lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan sisa-sisa ledakan petasan serta gulungan kertas petasan yang belum sempat meledak.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti ledakan tersebut.
Ps. Kasi Humas Polres Pekalongan Kota, Iptu Purno Utomo, S.H. mengimbau masyarakat agar tidak membuat maupun bermain petasan/bahan peledak lainnya karena berisiko tinggi terhadap keselamatan.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuat dan menyalakan petasan, terlebih dengan daya ledak tinggi. Selain membahayakan diri sendiri dan orang lain, juga dapat menimbulkan kerusakan,” ujarnya.
Pihaknya juga menambahkan, masyarakat diharapkan tidak menerbangkan balon udara secara liar karena dapat mengganggu keselamatan penerbangan.( Ari )







