Indonesia Investigasi
PEKALONGAN – Indonesia investigasi.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di kompleks Kantor Bupati Pekalongan pada Jumat (6/3/2026) siang. Sejumlah ruangan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan menjadi sasaran penyidik.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan, Yulian Akbar, membenarkan adanya kegiatan penggeledahan yang dilakukan oleh tim KPK di kantor tersebut.
“Untuk yang hari ini, siang ini, tadi KPK sedang berlangsung melakukan kegiatan penggeledahan,” kata Yulian Akbar saat memberikan keterangan kepada awak media.
Ia menyebutkan, sedikitnya ada empat ruangan yang sebelumnya disegel dan kini menjadi bagian dari proses penggeledahan oleh penyidik KPK. Keempat ruangan tersebut berada di lantai dua kantor bupati.
“Yang disegel ada empat ruang, yaitu ruang Bupati, ruang Sekda, ruang Kabag Umum, dan ruang kabag Perekonomian,” jelasnya.
Menurut Yulian, proses pembukaan segel sekaligus penggeledahan masih berlangsung hingga siang hari. Tim KPK masih melakukan pemeriksaan di sejumlah ruangan yang sebelumnya telah disegel.
“Masih proses dibuka semua. Ini masih proses buka semua, karena yang di lantai dua masih dalam proses dibuka dan digeledah, seperti ruang Bupati, Sekda, dan Bagian Perekonomian,” ujarnya.
Terkait kemungkinan adanya penggeledahan di organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya, Yulian mengaku belum mendapatkan informasi lebih lanjut dari tim penyidik KPK.
“Belum. Hari ini belum.” tambahnya.
Ia juga mengaku belum mengetahui secara pasti jumlah personel KPK yang datang untuk melakukan penggeledahan di Kantor Bupati Pekalongan.
Sejak ruangan kerjanya disegel, Yulian mengatakan aktivitas kerjanya untuk sementara dipindahkan ke ruang video conference (vicon) di lingkungan kantor tersebut.
“Kalau saya sementara pindah di ruang vicon. Saya sudah aktif sejak kemarin, dipindah di ruang vicon sementara.” ungkapnya.
Saat Ditanya tentang informasi bahwa tim KPK turut mendatangi rumah bupati yang ada di Langkap serta rumah salah satu anggota DPRD. Sekda menjawab dengan nada lirih.
“Iya” jawabnya singkat.(*)
( Ari )







