Oleh: Tgk. Abdullah bin Rusli
Rasulullah SAW telah mengingatkan umatnya tentang dua nikmat yang sering kali tidak disadari nilainya hingga keduanya hilang. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, beliau bersabda:
“Dua kenikmatan yang kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)
Hadis ini merupakan peringatan yang sangat mendalam. Banyak manusia merasa dirinya akan selalu sehat dan memiliki waktu yang panjang. Akibatnya, kesempatan untuk beribadah, berbuat baik, menuntut ilmu, dan memperbaiki diri sering ditunda-tunda. Ketika sakit datang atau usia telah menua, barulah seseorang menyadari betapa berharganya kesehatan dan waktu yang pernah dimilikinya.
Allah SWT juga mengingatkan manusia tentang pentingnya waktu melalui firman-Nya:
“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran.” (QS. Al-‘Ashr: 1-3)
Surah yang singkat ini mengandung pelajaran besar bahwa seluruh manusia berada dalam kerugian apabila tidak memanfaatkan waktunya untuk keimanan dan amal saleh. Waktu yang berlalu tidak akan pernah kembali, sementara umur manusia terus berkurang setiap harinya.
Kesehatan juga merupakan amanah dari Allah SWT yang harus dijaga. Tubuh yang sehat bukan sekadar untuk mencari kesenangan dunia, tetapi sarana untuk beribadah dan mengabdi kepada Allah. Rasulullah SAW bersabda:
“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum datang masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu.” (HR. Al-Hakim)
Hadis ini menjadi pedoman hidup yang sangat jelas bagi umat Islam. Setiap nikmat yang diberikan Allah memiliki batas waktu. Karena itu, orang yang cerdas adalah mereka yang memanfaatkan kesempatan sebelum kesempatan itu hilang.
Pedoman Hidup Umat
1. Mensyukuri kesehatan dengan ibadah dan amal saleh. Jangan menunggu sakit untuk mendekat kepada Allah SWT.
2. Mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat. Gunakan waktu untuk belajar, bekerja, berdakwah, membantu sesama, dan memperbanyak zikir.
3. Menghindari kebiasaan menunda kebaikan. Amal yang ditunda sering kali berakhir tidak terlaksana.
4. Menjaga keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat. Kesuksesan sejati adalah ketika keduanya berjalan seiring dalam ridha Allah.
5. Melakukan evaluasi diri setiap hari. Renungkan apakah waktu yang telah berlalu mendekatkan diri kepada Allah atau justru menjauhkan.
Pada akhirnya, kesehatan dan waktu adalah dua harta yang tidak dapat dibeli ketika keduanya telah hilang. Orang yang bijak bukanlah yang memiliki umur panjang semata, tetapi yang mampu mengisi umurnya dengan kebaikan. Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang pandai mensyukuri nikmat kesehatan dan memanfaatkan waktu untuk amal yang bermanfaat di dunia serta menjadi bekal menuju kehidupan akhirat.
Wallahu a’lam bish-shawab.🙏
