Indonesia Investigasi
JAKARTA – 13 Februari 2026 – Dunia kembali memperingati Hari Radio Sedunia atau World Radio Day yang diperingati setiap tanggal 13 Februari. Peringatan ini ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 2011 untuk mengakui peran penting radio sebagai media komunikasi yang informatif, edukatif, dan menghubungkan masyarakat di seluruh dunia.
Tanggal 13 Februari dipilih karena bertepatan dengan hari berdirinya Radio Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1946. Sejak saat itu, radio berkembang menjadi salah satu media paling luas jangkauannya, bahkan hingga ke daerah terpencil yang sulit dijangkau teknologi digital.
Peran Radio di Era Digital
Di tengah pesatnya perkembangan media sosial dan platform digital, radio tetap menjadi sumber informasi yang cepat, murah, dan terpercaya. Dalam situasi darurat seperti bencana alam atau krisis kemanusiaan, radio sering menjadi media pertama yang dapat diakses masyarakat.
Selain itu, radio juga berperan dalam:
Menyebarkan informasi publik dan edukasi
Mendukung kebebasan berekspresi
Mempromosikan keberagaman budaya
Menjadi sarana hiburan dan interaksi masyarakat
Tema Tahun Ini
Setiap tahunnya, Hari Radio Sedunia mengangkat tema berbeda yang relevan dengan perkembangan global. Tema tahun ini menekankan pentingnya inovasi dan kepercayaan publik terhadap media, khususnya dalam menghadapi tantangan misinformasi di era digital.
Perayaan di Berbagai Negara
Di berbagai negara, peringatan ini dirayakan dengan siaran khusus, diskusi publik, pelatihan penyiar muda, serta penghargaan bagi insan radio yang berdedikasi. Di Indonesia, sejumlah stasiun radio turut mengadakan program interaktif dan siaran langsung yang melibatkan pendengar setia.
Hari Radio Sedunia menjadi momentum untuk mengingat kembali bahwa di balik gelombang udara, terdapat suara-suara yang menginspirasi, mengedukasi, dan menyatukan masyarakat lintas batas.
“Radio bukan sekadar media, tetapi jembatan komunikasi yang memperkuat solidaritas dunia.”(red).







