Hari Penyiaran ke-93, Sabang Perkuat Peran Media Digital yang Edukatif dan Bernilai Islami

 

Indonesia Investigasi

 

SABANG – Peringatan Hari Penyiaran Nasional ke-93 pada 01 April 2026 menjadi momentum penting bagi Kota Sabang dalam memperkuat peran penyiaran sebagai sarana informasi, edukasi, serta media dakwah yang berlandaskan nilai-nilai keislaman di wilayah paling ujung barat Indonesia.

Bacaan Lainnya

 

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Sabang, Agus Halim, SE.Ak menegaskan bahwa penyiaran di era digital saat ini memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah serta menjaga kualitas informasi di tengah derasnya arus teknologi.

 

“Penyiaran tidak hanya menjadi alat penyampai informasi, tetapi juga sebagai penjaga kepercayaan publik. Di tengah maraknya informasi digital, kita harus mampu menghadirkan konten yang akurat, edukatif, serta mampu menangkal hoaks,” ujar Agus Halim, yang juga menjabat sebagai Ketua RAPI Kota Sabang.

 

Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, media, dan komunitas komunikasi seperti RAPI menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

 

Sementara itu, tokoh pemuda Kota Sabang, Irwan Kubat, yang juga dikenal sebagai tokoh politik baru, menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam memajukan dunia penyiaran di era digital.

 

“Hari Penyiaran ini menjadi pengingat bahwa anak muda harus ambil bagian dalam menciptakan konten yang positif dan membangun. Kita ingin Sabang dikenal tidak hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kualitas informasinya yang cerdas dan beretika,” ungkap Irwan.

 

Menambah perspektif keagamaan, Komisioner Baitul Mal Kota Sabang, Tgk. Alimuddin, S. Kom, menekankan bahwa penyiaran juga memiliki tanggung jawab moral dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan dan ajaran Islam.

 

“Penyiaran harus menjadi sarana dakwah yang menyejukkan, menyatukan, dan memberikan pencerahan kepada masyarakat. Konten yang disampaikan hendaknya mencerminkan akhlak Islam, mengajak kepada kebaikan, serta memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat,” ujar Tgk. Alimuddin.

 

Ia juga mengajak seluruh pelaku media dan masyarakat untuk lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi digital agar tidak terjerumus pada informasi yang menyesatkan atau merusak nilai-nilai sosial dan keagamaan.

 

Peringatan Hari Penyiaran ke-93 ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh elemen di Kota Sabang untuk terus memperkuat komitmen dalam membangun penyiaran yang profesional, berintegritas, serta selaras dengan nilai-nilai budaya dan keislaman.

 

Dengan semangat kolaborasi, penyiaran di Kota Sabang diharapkan terus berkembang sebagai media yang tidak hanya informatif, tetapi juga inspiratif dan membawa manfaat bagi masyarakat luas.

 

A.Iqbal,SE/JZ01MIK

Pos terkait