Gubernur Aceh Buka Mubes XI IPAU, Ayahwa Terima Anugerah dan Apresiasi Mantan Ketua Sejak 1980

Indonesia Investigasi 

Banda Aceh — Gubernur Aceh yang diwakili Asisten Pemerintahan, Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Aceh, Drs. Syakir, M.Si, secara resmi membuka Musyawarah Besar (MUBES) XI Ikatan Pemuda Aceh Utara (IPAU) Banda Aceh periode 2022–2025 di Anjong Mon Mata, Pendopo Gubernur Aceh. Jumat 25 September 2026

 

Dalam sambutannya, Gubernur Aceh menegaskan bahwa MUBES IPAU bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, tetapi menjadi momentum strategis untuk evaluasi organisasi, memperkuat persatuan, serta merumuskan arah gerak yang relevan dengan tantangan zaman. IPAU dinilai sebagai wadah penting dalam mempererat silaturahmi masyarakat Aceh Utara di perantauan, meningkatkan kapasitas generasi muda, serta menumbuhkan kepedulian terhadap daerah asal.

Bacaan Lainnya

 

Ia berharap forum ini melahirkan kepengurusan yang amanah, solid, dan visioner, serta mampu menghadirkan gagasan dan solusi nyata bagi kemajuan Aceh Utara dan Aceh secara keseluruhan.

 

Ketua Panitia Pelaksana, Zulhelmi, ST, MT, melaporkan bahwa rangkaian pembukaan MUBES XI IPAU diisi dengan sejumlah agenda utama, di antaranya Anugerah IPAU 2026 kepada Bupati Aceh Utara, penghargaan kepada Ketua Umum IPAU dari masa ke masa, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, serta diskusi publik pembangunan daerah yang melibatkan unsur ulama, akademisi, dan pemerintah.

 

Ketua Umum IPAU, Rifki Ismail, S.Ag., M.Pd dalam sambutannya menyampaikan bahwa kepengurusan 2022–2025 telah menjalankan berbagai aktivitas secara kolektif sebagai wujud eksistensi organisasi dalam bidang pembangunan, pendidikan, keagamaan, dan sosial kemasyarakatan.

 

Ia menegaskan bahwa IPAU terus berkoordinasi dengan pemerintah dan berbagai pihak dalam memperjuangkan penguatan fasilitas asrama serta dukungan pendidikan bagi mahasiswa Aceh Utara di Banda Aceh. Selain itu, IPAU hadir sebagai “rumah bersama” yang menjaga kondusivitas dan memperkuat nilai kebersamaan di tengah dinamika sosial dan politik.

 

“Kami menyadari masih terdapat kekurangan selama masa kepengurusan ini, dan pada momentum ini kami memohon maaf serta berharap generasi selanjutnya dapat melanjutkan dengan lebih baik, dan kami menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan banyak untuk IPAU di kepengurusan kami periode 2022-2025 dengan ucapan jazakumullah khairat katsiran ” ujarnya.

 

Pada momentum tersebut, Ketum Umum IPAU menganugerahkan penghargaan kepada Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil (Ayahwa), sebagai pemimpin yang dinilai sigap dalam penanganan bencana serta responsif terhadap aspirasi masyarakat melalui media sosial.

 

Dalam sambutannya, Bupati Aceh Utara menyampaikan bahwa semangat “Aceh Utara Bangkit” yang telah dijalankan selama hampir dua tahun menunjukkan berbagai capaian dan perubahan positif di berbagai sektor. Ia mengajak seluruh tokoh masyarakat, akademisi, dan ulama asal Aceh Utara di Banda Aceh untuk bersama-sama memikirkan dan membangun daerah tanah kelahiran.

 

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada para pendahulu IPAU yang telah merawat kebersamaan dan menjaga nama baik daerah di perantauan. Sebagai bentuk penghormatan, ia menyerahkan penghargaan kepada sembilan mantan Ketua Umum IPAU sejak tahun 1980, yaitu Drs. H.T. Alamsyah Banta (Alm) (1980-1992), Ir. H. Taufik MS, SU (Alm) (1992-1997), Drs. H. Saidan Nafi, SH, M.Hum (1997-2002), Prof. Dr. Apridar, SE, M.Si (2002-2006), Zulhadi, S.Pd, M.Pd (2006-2011), Sayuti M. Nur (2012-2015), Mukhsin Rizal, S.Hum, M.Ag (2015-2018), Saifullah, S.Hum, M.A (2018-2021), dan Rifki Ismail, S.Ag., M.Pd (2022-2025).

 

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara juga berkomitmen memberikan perhatian terhadap pembangunan dan rehabilitasi asrama IPAU serta mendorong program beasiswa atau dukungan pendidikan bagi mahasiswa dan santri asal Aceh Utara.

 

Kegiatan pembukaan MUBES XI IPAU turut dirangkaikan dengan diskusi publik pembangunan daerah yang menghadirkan ulama, akademisi, dan pemerintah daerah. Diskusi tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain penguatan sinergi ulama dan pemerintah agar kebijakan tetap sejalan dengan syariat Islam, pembangunan berbasis adat, penguatan lembaga adat, pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat, serta peningkatan perhatian terhadap pendidikan generasi muda.

 

MUBES XI IPAU diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan peran pemuda dalam mendorong pembangunan Aceh Utara yang lebih maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Pos terkait