Indonesia Investigasi
Oleh : Tgk Abdullah
Bulan Ramadhan kembali menyapa umat Islam dengan limpahan rahmat, maghfirah, dan janji pembebasan dari api neraka. Bulan yang dimuliakan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum spiritual untuk memperbaiki diri dan mendekatkan hati kepada Allah SWT.
Sebagaimana sabda Muhammad ﷺ:
“Barang siapa berpuasa Ramadhan dan menegakkan (shalat malam) karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Hadis ini menjadi penegasan bahwa Ramadhan adalah bulan pengampunan. Iman dan keikhlasan menjadi kunci utama agar ibadah puasa dan tarawih tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar bernilai di sisi Allah SWT.
Hari dan Malam Pertama: Gerbang Rahmat
Hari pertama Ramadhan adalah langkah awal memasuki madrasah ruhani selama sebulan penuh. Dalam berbagai riwayat dan nasihat ulama disebutkan, orang yang berpuasa pada hari pertama dengan penuh keimanan akan diampuni dosa-dosanya, seperti bayi yang baru dilahirkan. Sebuah gambaran tentang kesucian dan kebersihan jiwa yang kembali ke fitrah.
Demikian pula shalat tarawih di malam pertama. Ia bukan sekadar rangkaian rakaat, melainkan simbol ketundukan dan kesungguhan seorang hamba. Malam pertama menjadi pintu rahmat, di mana seorang mukmin keluar dari dosa dan berada dalam naungan kasih sayang Allah SWT.
Opini: Ramadhan Sebagai Titik Balik
Ramadhan hari pertama seharusnya menjadi titik balik kehidupan. Bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan amarah, menjaga lisan, dan memperbaiki akhlak. Puasa mengajarkan kejujuran, sebab hanya diri sendiri dan Allah yang mengetahui hakikatnya. Tarawih melatih kedisiplinan dan kesabaran dalam beribadah.
Di tengah kehidupan yang serba cepat dan penuh tantangan, Ramadhan hadir sebagai ruang jeda—ruang untuk merenung, memperbaiki kesalahan masa lalu, serta menata kembali niat dan tujuan hidup. Jika hari pertama dijalani dengan sungguh-sungguh, maka hari-hari berikutnya akan lebih ringan dan penuh keberkahan.
Ramadhan bukan hanya tentang satu bulan, melainkan tentang perubahan yang bertahan sebelas bulan setelahnya. Mari jadikan puasa dan tarawih di hari pertama sebagai awal hijrah menuju pribadi yang lebih taat, lebih sabar, dan lebih peduli terhadap sesama.
Semoga Ramadhan kali ini benar-benar menjadikan kita kembali suci, penuh rahmat, dan meraih ampunan-Nya. 🌙







