Fadhilah Puasa & Tarawih Ramadhan Hari/Malam ke-4 Menjemput Pahala Besar di Awal Perjalanan Spiritual

 

OLEH : TGK ABDULLAH 

BULAN suci Ramadhan kembali mengajak umat Islam memperkuat iman dan memperbanyak amal. Ia adalah bulan rahmat, maghfirah, dan pembebasan dari api neraka. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Sahih Bukhari, Rasulullah ﷺ bersabda:

 

Bacaan Lainnya

“Barang siapa berpuasa Ramadhan dan menegakkan (shalat malam) karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

 

Memasuki hari dan malam ke-4 Ramadhan, semangat ibadah seharusnya tidak menurun, tetapi justru semakin menguat. Pada fase awal inilah fondasi spiritual dibangun. Konsistensi menjadi kunci, karena Ramadhan bukan sekadar euforia awal, melainkan perjalanan ruhani selama sebulan penuh.

 

Puasa Hari ke-4: Pahala Seperti Membaca Kitab-Kitab Allah

 

Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, melainkan latihan keikhlasan dan pengendalian diri. Dalam khazanah keutamaan Ramadhan, disebutkan bahwa puasa di hari ke-4 diibaratkan mendapatkan pahala seperti membaca kitab-kitab Allah. Maknanya bukan sekadar angka pahala, tetapi dorongan agar setiap muslim semakin dekat dengan wahyu dan petunjuk Ilahi.

 

Membaca, merenungi, dan mengamalkan isi Al-Qur’an adalah bagian dari kesempurnaan puasa. Lapar yang dirasakan sejatinya menjadi pengingat bahwa manusia lemah tanpa petunjuk Allah. Dari sinilah lahir kesadaran spiritual yang lebih dalam.

 

Tarawih Malam ke-4: Pahala Ibadah Besar

 

Shalat tarawih adalah simbol kebersamaan umat. Di masjid-masjid, saf-saf kembali rapat, doa-doa kembali menggema. Malam ke-4 menjadi momentum untuk memperbaiki kualitas shalat, menghadirkan kekhusyukan, dan memperpanjang munajat.

 

Pahala besar yang dijanjikan bukan hanya tentang ganjaran di akhirat, tetapi juga dampak positif dalam kehidupan dunia. Hati menjadi lebih tenang, pikiran lebih jernih, dan perilaku lebih terjaga. Inilah buah dari ibadah yang dilakukan dengan iman dan penuh harap.

 

Konsistensi Adalah Kemenangan

 

Ramadhan mengajarkan bahwa kemenangan bukanlah tentang seberapa cepat kita berlari di awal, melainkan seberapa kuat kita bertahan hingga akhir. Hari ke-4 adalah pengingat bahwa perjalanan masih panjang. Jangan biarkan semangat hanya menyala di permulaan.

 

Media cetak dan media online memiliki peran penting dalam menyebarkan semangat kebaikan ini. Opini dan tulisan-tulisan religi hendaknya tidak hanya menjadi bacaan, tetapi juga penggerak perubahan sosial — membangun masyarakat yang lebih sabar, peduli, dan berakhlak mulia.

 

Semoga di hari dan malam ke-4 ini, puasa kita semakin berkualitas, tarawih kita semakin khusyuk, dan hati kita semakin dekat kepada Allah SWT. 🌙

Pos terkait