Oleh : Tgk Abdullah
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa siapa yang menjadikan dunia sebagai ambisinya, maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kemiskinan selalu terbayang di hadapannya, dan dunia tidak akan ia peroleh kecuali sebatas yang telah ditakdirkan. Sebaliknya, siapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuannya, Allah akan mengokohkan urusannya, menanamkan rasa cukup dalam hatinya, dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan tunduk.
Hadis ini bukanlah larangan untuk bekerja, berusaha, atau meraih kesuksesan dunia. Islam tidak pernah memusuhi kemajuan. Namun yang diluruskan adalah orientasi hati. Ketika dunia menjadi ambisi utama, manusia cenderung terjebak dalam perlombaan tanpa garis akhir. Jabatan dikejar tanpa batas, harta dikumpulkan tanpa rasa cukup, dan pengakuan dicari tanpa henti. Ironisnya, semakin dikejar, semakin terasa kurang. Inilah “kemiskinan di depan mata” yang dimaksud: hati yang tak pernah puas.
Sebaliknya, ketika akhirat menjadi tujuan, dunia justru menemukan tempatnya yang proporsional. Seseorang tetap bekerja keras, tetap membangun usaha, tetap berkiprah di tengah masyarakat. Namun semua itu diniatkan sebagai ibadah, sebagai jalan kebaikan, bukan sebagai puncak kebanggaan. Hasilnya adalah ketenangan. Hati merasa cukup walau harta tak melimpah. Jiwa merasa lapang walau hidup sederhana.
Realitas hari ini menunjukkan betapa banyak manusia mengalami kegelisahan di tengah kemajuan. Fasilitas bertambah, teknologi canggih, tetapi ketenteraman justru mahal harganya. Hadis ini menjadi cermin: mungkin bukan dunia yang salah, tetapi orientasi kita yang keliru. Dunia hanyalah sarana, bukan tujuan akhir.
Menjadikan akhirat sebagai tujuan bukan berarti meninggalkan dunia, melainkan menempatkannya di tangan, bukan di hati. Ketika hati tertambat kepada Allah dan kehidupan abadi, maka dunia tidak lagi membebani. Ia menjadi alat untuk berbuat baik, berbagi, dan menebar manfaat.
Semoga kita termasuk golongan yang diberi kekuatan dalam urusan, kelapangan dalam hati, serta keberkahan dalam setiap langkah kehidupan.(*)
