Oleh: Tgk Abdullah bin Rusli
Di tengah kehidupan masyarakat yang kian sibuk dengan urusan masing-masing, hadirnya gerakan dakwah sosial menjadi cahaya harapan bagi umat. Barisan Muda Ummat (BMU) – WPU Peduli Ummat adalah salah satu wujud nyata dari semangat itu: menghidupkan nilai kepedulian, mempererat silaturahmi, dan menyatukan umat dalam bingkai ukhuwah Islamiyah.
Gerakan ini lahir dari gagasan seorang ulama kharismatik Aceh, almarhum Tgk H. Muhammad Yusuf A. Wahab (Tu Sop Jeunieb), yang sejak awal menanamkan visi besar: membangun umat bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan aksi nyata. Sejak dirintis, BMU tidak hanya bergerak dalam dakwah lisan, tetapi juga dakwah sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Salah satu program yang menjadi bukti nyata adalah pembangunan rumah layak huni bagi anak yatim dan fakir miskin di berbagai wilayah Aceh. Hingga tahun 2026, sekitar 130 unit rumah telah berhasil dibangun. Ini bukan sekadar angka, melainkan kisah tentang harapan yang dihidupkan kembali, tentang keluarga yang kembali merasakan arti tempat tinggal yang layak.
Yang patut menjadi renungan bersama, gerakan ini tidak berdiri di atas dana tetap atau sumber kekayaan tertentu. BMU-WPU hidup dari keikhlasan para dermawan—baik dari Aceh, luar daerah seperti Pulau Jawa, hingga dari Malaysia, Brunei Darussalam, Kanada, dan berbagai negara lainnya. Ini menunjukkan bahwa kepedulian tidak mengenal batas wilayah, selama hati masih tergerak oleh iman.
Pasca wafatnya sang pendiri, estafet perjuangan dilanjutkan oleh Tgk H. Muhammad Yusuf M. Nasir (Abiya Jeunieb). Dengan tetap berpegang pada arahan dan bimbingan yang telah diwariskan, gerakan ini terus berjalan, bahkan semakin menguat. Ini menjadi bukti bahwa dakwah yang dibangun atas dasar keikhlasan akan tetap hidup, meski sosok penggagas telah kembali ke hadirat Allah SWT.
Almarhum Tu Sop Jeunieb pernah menyampaikan sebuah pesan yang sangat mendalam: “Mari kita memperkuat orang baik dan memperbaiki orang kuat.” Kalimat ini bukan sekadar nasihat, tetapi gambaran nyata kondisi umat hari ini. Tidak sedikit orang-orang baik yang lemah—lemah dalam ekonomi, lemah dalam posisi, bahkan terkadang lemah dalam dukungan. Sementara itu, tidak sedikit pula orang-orang yang memiliki kekuatan—baik kekuasaan, harta, maupun pengaruh—namun jauh dari nilai-nilai kebaikan.
Dari sinilah pentingnya peran kita bersama. Orang baik perlu dikuatkan agar kebaikannya memberi dampak yang luas. Dan orang kuat perlu diperbaiki agar kekuatannya menjadi jalan kebaikan, bukan sebaliknya. Inilah pekerjaan besar umat, dan inilah ruh dari gerakan sosial seperti BMU-WPU Peduli Ummat.
BMU-WPU bukanlah tempat mencari keuntungan dunia, melainkan ladang amal untuk akhirat. Ia adalah gerakan sosial yang mengajak umat untuk saling peduli, saling membantu, dan saling menguatkan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Allah senantiasa menolong hamba selama ia menolong saudaranya” (HR. Muslim).
Pesan ini seharusnya menjadi cermin bagi kita semua. Bahwa ukuran keberhasilan seorang Muslim bukan hanya pada ibadah personalnya, tetapi juga pada sejauh mana ia memberi manfaat bagi orang lain.
Melalui gerakan seperti BMU-WPU, kita diingatkan kembali bahwa Islam bukan hanya agama ritual, tetapi juga agama sosial. Agama yang mengajarkan untuk hadir di tengah umat, membantu yang lemah, dan menguatkan yang membutuhkan.
Kini saatnya kita tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut ambil bagian. Mari kita mulai memperbaiki dan merubah diri menjadi yang terbaik—menguatkan yang lemah, membimbing yang kuat, dan menyatukan langkah dalam kebaikan.
Semoga setiap langkah kecil yang kita lakukan menjadi amal jariyah, bermanfaat bagi diri kita, dan membawa keberkahan bagi seluruh umat.
