Indonesia Investigasi
LAMPUNG – Ketua Dewan Pimpinan Daerah VII Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depidar-SOKSI) Lampung yang juga mantan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung, M. Alzier Dianis Thabranie, S.E., S.H., meminta DPP Partai Golkar untuk mencopot Hanan A. Rozak sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung. Pasalnya Hanan dinilai tidak “becus” dalam menjalankan roda organisasi.
Hal ini terlihat dari adanya penolakan, keresahan dan gejolak dalam beberapa rencana pelaksanaan Musda DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota. Dimana ada kesan, Hanan A.Rozak bersikap arogan dan memaksakan calon tertentu sebagai ketua dengan cara mencopot para Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar yang melakukan penolakan.
Misalnya yang terjadi di Kota Bandarlampung. Pelaksanaan musda sempat tertunda berbulan-bulan, karena akar rumput dalam hal ini para PK Partai Golkar sebagai pemilik suara, ternyata tidak menginginkan sosok yang digadang-gadang DPD Partai Golkar Lampung, H. Benny H Nauly Mansyur, S.Sos, S.H., sebagai Calon Ketua DPD Partai Golkar Bandarlampung. Melainkan lebih memilih sosok anggota DPRD Provinsi Lampung, Handitya Narapati.
Lalu yang terbaru terjadi di Kabupaten Tanggamus. Dimana DPD Partai Golkar Lampung cenderung memaksakan sosok Agus Ciek sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tanggamus Periode 2026-2031. Padahal yang bersangkutan bukan merupakan kader Partai Golkar. Bahkan untuk memaksakan agar Agus Ciek lolos sebagai calon ketua, puluhan PK Partai Golkar di Kabupaten Tanggamus pada dipecat.
Ini jelas sudah tidak benar dan semena-mena. Suara PK itu harusnya didengar, bukan malah dipecat lantaran tidak senada dengan keinginan segelintir oknum pengurus. Partai ini milik bersama, bukan seperti memimpin perusahaan. Jadi sudah sangat wajar jika para PK melakukan perlawanan atas pemecatan yang menimpa mereka lantaran tidak satu suara dengan DPD Partai Golkar Provinsi Lampung,” tegas Alzier, Senin 15 Juni 2026.
Karenanya Alzier pun meminta agar Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia untuk mencopot Hanan A. Rozak sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung. Pasalnya jika ini terus dibiarkan, maka nantinya bisa menghancurkan citra Partai Golkar di Lampung. Yakni suara partai akan terus tergerus dalam pemilu. Sebab, bagaimana tidak, para kader yang menjadi pimpinan kecamatan yang selama ini telah teruji sangat militan dan memiliki loyalitas, justru malah diberhentikan demi ambisi pribadi untuk meloloskan calon tertentu sebagai ketua.
Jadi STOP lagi mengembangbiakkan praktek nepotisme atau mementingkan kelompok tertentu. Partai ini milik semua kader. Bukan hanya punyanya keluarga besar Hanan A.Rozak. Cukup sudah yang terjadi di DPD Partai Golkar Kabupaten Tulang Bawang. Dimana ketuanya adalah anak kandungnya Hanan A. Rozak. Jika ini dibiarkan, semua pengurus, kader, simpatisan bisa lari semua dan tidak mendukung Partai Golkar lagi, karena tidak ada penghargaan atau jenjang karir yang diberikan. Jika DPP mencopot Hanan A. Rozak, pasti akan mendapat dukungan dari semua kader, pengurus dan simpatisan Partai Golkar di Lampung,” pungkasnya.
Hendrik







