Diduga Kebal Hukum, Dewo Disebut Kendalikan Peredaran Sabu di Kampung Baru Janji Saat Ramadhan

 

Indonesiainvestigasi.com

Labuhanbatu, Sumatra Utara – Aroma busuk peredaran narkotika kembali mencoreng ketenangan masyarakat di bulan suci Ramadhan. Seorang pria bernama Dewo disebut-sebut sebagai sosok yang diduga mengendalikan peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Desa Kampung Baru Janji, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara.

 

Bacaan Lainnya

Ironisnya, aktivitas haram tersebut dikabarkan tetap berjalan mulus tanpa hambatan berarti, meski umat Muslim tengah menjalankan ibadah puasa. Warga pun mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum, khususnya Polres Labuhanbatu dan Kodim 0209/LB, dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah tersebut.

 

Pengakuan Pengguna “Bukan Kelas Teri”.

Informasi mengenai dugaan kuat keterlibatan Dewo diungkapkan oleh seorang pria bernama Zul, yang mengaku sebagai pengguna narkoba. Saat ditemui pada Minggu (01/03/2026), Zul secara gamblang menyebut nama Dewo sebagai pemain besar.

 

“Kalau aku, bang, jujur nggak ada masalah dengan bulan puasa. Namanya aku pemakai saja. Tapi Dewo ini bukan kelas teri, bang. Nggak mungkin dapat dipegang,” ujarnya sambil bergegas meninggalkan lokasi.

 

Pernyataan tersebut memperkuat dugaan bahwa Dewo bukan sekadar pengedar kecil, melainkan sosok yang memiliki jaringan dan pengaruh cukup kuat, sehingga seolah kebal dari sentuhan hukum.

 

Tokoh Masyarakat Angkat Bicara

Tak hanya dari kalangan pengguna, keresahan juga datang dari tokoh masyarakat setempat yang rumahnya tidak jauh dari kediaman Dewo. Ia mengaku heran mengapa aktivitas peredaran sabu itu seakan dibiarkan berlangsung.

 

“Saya pribadi bingung, kenapa dibiarkan peredaran sabu ini. Apalagi bulan puasa begini. Bagaimana dengan penegak hukum kita? Apakah mengetahui tapi diam, atau ada sesuatu?” ujarnya dengan nada kecewa.

 

Pernyataan ini menjadi tamparan keras bagi aparat. Di saat masyarakat berharap suasana Ramadhan menjadi momentum pembersihan diri dan lingkungan dari penyakit sosial, justru peredaran narkoba diduga semakin terang-terangan.

 

Ramadhan Tercoreng, Warga Minta Ketegasan.

Bulan suci Ramadhan seharusnya menjadi waktu untuk memperbanyak ibadah dan menjaga moralitas lingkungan. Namun di Desa Kampung Baru Janji, bayang-bayang sabu justru menciptakan rasa takut dan ketidaknyamanan.

 

Publik kini menanti langkah nyata dari Polres Labuhanbatu dan Kodim 0209/LB. Masyarakat mendesak agar aparat tidak tutup mata terhadap dugaan kuat yang sudah menjadi perbincangan terbuka di tengah warga.

 

Jika benar Dewo adalah aktor utama di balik peredaran sabu di wilayah tersebut, maka penindakan tegas dan transparan harus segera dilakukan. Jangan sampai muncul persepsi di tengah masyarakat bahwa hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

 

Ujian Integritas Aparat.

Kasus ini menjadi ujian integritas bagi aparat penegak hukum di Labuhanbatu. Kepercayaan publik dipertaruhkan. Masyarakat tidak hanya membutuhkan operasi seremonial, tetapi tindakan konkret yang mampu memutus mata rantai peredaran narkoba hingga ke akarnya.

 

Warga Desa Janji, khususnya di Kecamatan Bilah Barat, berharap dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang tanpa dihantui aktivitas transaksi sabu yang diduga berlangsung bebas.

 

Kini bola ada di tangan aparat. Apakah dugaan ini akan ditindaklanjuti secara serius? Ataukah peredaran sabu akan terus berjalan seolah tanpa pengawasan?

Masyarakat menunggu jawaban nyata, bukan sekadar janji.

 

 

 

 

Penulis : Chairul Ritonga

Pos terkait