Indonesia Investigasi
ACEH UTARA — Di sela-sela pendistribusian bantuan bagi korban banjir bandang di Kabupaten Aceh Utara, tim relawan dari Malaysia menyempatkan diri menapaki jejak sejarah Islam di tanah Pasai. Pada Kamis, 19 Februari 2026, rombongan Team Relawan Halaqah Mukhlisin Malaysia berkunjung ke Makam Sultan Al-Malik Ash-Shalih dan Museum Islam Samudra Pasai yang terletak di Gampong Beuringen, Kecamatan Samudera, Aceh Utara.
Kunjungan itu bukan sekadar persinggahan. Di tengah suasana duka pasca banjir bandang, langkah-langkah mereka terasa khidmat saat memasuki kawasan makam pendiri Kerajaan Samudra Pasai, kerajaan Islam pertama di Asia Tenggara. Di sanalah, sejarah panjang peradaban Islam di Nusantara bermula.
Rombongan dipandu langsung oleh Sukarna Putra, peneliti dari CISAH (Center for Information of Sumatra Pasai Heritage), yang menjelaskan peran besar Sultan Al-Malik Ash-Shalih dalam menyebarkan Islam ke berbagai penjuru kawasan. Di antara batu nisan tua dan hembusan angin yang pelan, para relawan tampak larut dalam suasana, seolah meresapi jejak perjuangan ulama dan raja yang telah menanamkan nilai-nilai tauhid berabad silam.
Nor Azita binti Zainal Abidin menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan tersebut. Menurutnya, kunjungan itu menjadi berkah tersendiri di awal Ramadan.
“Di sela aktivitas penyaluran bantuan ini, kami diberi kesempatan untuk berkunjung ke makam Sultan pertama dan sosok penting yang menyebarkan Islam di kawasan Asia Tenggara. Ini menjadi penguat ruhani bagi kami,” ujarnya dengan penuh haru.
Bagi para relawan, perjalanan ini bukan hanya tentang menyalurkan bantuan logistik, tetapi juga meneguhkan kembali nilai kemanusiaan dan spiritualitas. Di tanah yang pernah menjadi pusat peradaban Islam itu, mereka menemukan makna bahwa kerja-kerja kemanusiaan adalah bagian dari warisan panjang dakwah dan kepedulian.
Di antara sisa-sisa lumpur banjir dan denyut kehidupan yang perlahan bangkit, ziarah itu menjadi pengingat: bahwa Aceh bukan hanya tentang bencana yang datang silih berganti, tetapi juga tentang sejarah agung, keteguhan iman, dan harapan yang terus menyala dari masa ke masa.
Abel Pasai









