Indonesia Investigasi
ACEH UTARA – Center for Information of Sumatra Pasai Heritage (CISAH) memandu mahasiswa internasional bersama mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) dalam kunjungan studi ke sejumlah situs tinggalan sejarah Kesultanan Sumatra Pasai di Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program “Joint Cultural Camp Fall 2026”, yang diikuti mahasiswa internasional dan mahasiswa Unimal. Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda pengenalan budaya dan sejarah Indonesia selama program pertukaran pelajar.
Dalam kegiatan tersebut, CISAH memberikan pengenalan mengenai sejarah, tinggalan arkeologis, serta posisi Sumatra Pasai dalam perkembangan peradaban Islam di kawasan Asia Tenggara.
Peneliti CISAH, Sukarna Putra, mengapresiasi inisiatif Universitas Malikussaleh yang membuka ruang interaksi akademik dan kebudayaan dengan mahasiswa internasional.
Menurutnya, keberadaan mahasiswa dari berbagai negara di kawasan situs sejarah Sumatra Pasai menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kembali warisan peradaban Islam di Aceh Utara kepada masyarakat internasional.
“Pada dasarnya, peradaban Islam Sumatra Pasai merupakan bagian dari peradaban besar dunia. Di kawasan ini kita menemukan banyak tinggalan sejarah, termasuk makam para tokoh dan pembesar yang memiliki hubungan dengan berbagai wilayah,” ujar Sukarna.
Ia menilai, kunjungan mahasiswa internasional tidak semata-mata menjadi kegiatan wisata, tetapi dapat menjadi pintu untuk membangun kembali jejaring internasional yang pernah terbentuk dalam sejarah Sumatra Pasai.
“Ini merupakan kesempatan bagi kita untuk kembali mengambil peran dalam membangun hubungan internasional melalui sejarah dan kebudayaan, sekaligus ikut membangun negeri,” katanya.
Diikuti Mahasiswa dari Berbagai Negara
Program Joint Cultural Camp Fall 2026 tersebut melibatkan mahasiswa dari sejumlah negara. Peserta internasional berasal dari Prancis, Kanada, Belanda, dan Kamboja, serta terdapat satu mahasiswa dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Selain peserta, kegiatan juga didukung oleh 11 orang panitia dari Universitas Malikussaleh.
Program tersebut berlangsung dalam rangkaian pertukaran pelajar yang dilaksanakan selama sekitar satu bulan. Dalam program itu, peserta mengikuti berbagai kegiatan pengenalan budaya (cultural camp) di sejumlah daerah di Indonesia.
Aceh menjadi salah satu tujuan kegiatan, dengan Universitas Malikussaleh sebagai mitra pelaksana.
Selama berada di Aceh, para mahasiswa dijadwalkan mengunjungi sejumlah destinasi wisata, baik wisata alam, religi maupun situs sejarah.
Selain kunjungan ke situs Sumatra Pasai, rangkaian kegiatan juga akan diisi dengan pengenalan kuliner tradisional melalui kegiatan membuat makanan atau kue tradisional. Peserta juga dijadwalkan mengikuti kegiatan olahraga bersama mahasiswa Unimal.
Rangkaian kegiatan tersebut telah dimulai sejak Senin (5/10/2026) dan dijadwalkan berlangsung selama sekitar satu pekan.
Kehadiran mahasiswa internasional di situs-situs sejarah Sumatra Pasai diharapkan dapat memperluas pemahaman generasi muda mengenai sejarah Aceh sekaligus membuka peluang kolaborasi akademik dan kebudayaan yang lebih luas di masa mendatang.









