CISAH Hadiri PBAKL 2026 dan Perkuat Jaringan Kerja Sama Sejarah Islam Aceh-Malaysia

 

Indonesia Investigasi 

KUALA LUMPUR, 7 Juni 2026 – Center for Information of Sumatra Pasai Heritage (CISAH) turut berpartisipasi dalam Pesta Buku Antarabangsa Kuala Lumpur (PBAKL) 2026 yang berlangsung pada 29 Mei hingga 7 Juni 2026 di World Trade Centre Kuala Lumpur (WTCKL), Malaysia.

Kehadiran CISAH dalam ajang perbukuan internasional tersebut diwakili oleh Mawardi Ismail al-Asyi selaku SEKJEND CISAH, yang juga menjadi salah seorang penulis buku ACEH: Bangkit daripada Luka.

Bacaan Lainnya

Buku ACEH: Bangkit daripada Luka merupakan karya kolaboratif 10 penulis yang tergabung dalam Relawan Rangers, terdiri atas empat penulis dari CISAH, Aceh Utara, dan enam penulis dari Halaqah Mukhlisin Tour and Travel, Malaysia. Buku ini diterbitkan oleh Galeri Ilmu Media Group dan dipromosikan sepanjang penyelenggaraan PBAKL 2026.

Buku ini lahir dari pengalaman langsung para penulis saat menjalankan misi kemanusiaan pasca banjir di Aceh. Kolaborasi antara CISAH dan Halaqah Mukhlisin Tour and Travel Malaysia diwujudkan melalui penyaluran bantuan ke berbagai wilayah terdampak banjir, di antaranya Langkahan, Sawang, Aceh Tamiang, serta sejumlah daerah lainnya yang terdampak bencana. Pengalaman bertemu langsung dengan masyarakat korban banjir, mendengarkan kisah mereka, serta menyaksikan semangat masyarakat Aceh dalam bangkit kembali menjadi inspirasi utama lahirnya buku ini.

Buku ACEH: Bangkit daripada Luka mengangkat kisah masyarakat Aceh pasca musibah banjir bandang yang melanda berbagai wilayah di Aceh. Selain menggambarkan perjuangan masyarakat dalam meneruskan kehidupan setelah bencana, buku ini juga menghubungkan peristiwa tersebut dengan sejarah panjang Aceh sebagai pusat peradaban Islam di Nusantara.

Di dalam buku dijelaskan bagaimana sungai-sungai di Aceh memiliki peranan penting dalam membentuk kehidupan masyarakat sejak masa lampau. Sungai bukan hanya menjadi jalur transportasi dan perdagangan, tetapi juga menjadi bagian penting dari berkembangnya peradaban Islam di Samudra Pasai, yang juga dikenal sebagai Sumatra Pasai.

Sebagai lembaga yang bergerak dalam pelestarian sejarah dan warisan Sumatra Pasai, CISAH memanfaatkan momentum PBAKL untuk memperkenalkan kembali sejarah kegemilangan Samudra Pasai kepada masyarakat internasional. Dalam berbagai kesempatan, Mawardi Ismail al-Asyi turut menjelaskan bahwa musafir besar dunia Islam, Ibnu Batutah, pernah menjejakkan kaki di Sumatra Pasai pada tahun 1345 M dan bertemu dengan Sultan Al Malik Adz-Zhahir. Catatan perjalanan Ibnu Batutah menunjukkan bahwa Sumatra Pasai pada masa itu merupakan salah satu pusat keilmuan Islam yang penting di kawasan Asia Tenggara dan menjadi tujuan para musafir dari berbagai penjuru dunia.

Selain memperkenalkan sejarah, Mawardi Ismail al-Asyi juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para musafir, relawan, serta masyarakat Malaysia yang telah menunjukkan kepedulian dan memberikan bantuan kepada masyarakat Aceh yang terdampak banjir. Bantuan tersebut menjadi bukti eratnya hubungan persaudaraan antara masyarakat Aceh dan Malaysia yang telah terjalin sejak berabad-abad lalu dan terus terpelihara hingga saat ini.

Partisipasi CISAH dalam PBAKL 2026 juga menghasilkan sejumlah capaian penting dalam penguatan jaringan kerja sama. Salah satunya melalui pertemuan dengan En. Muhammad Suhail, mantan Ketua Grup Penjejak Tamadun Dunia (GPTD) Malaysia yang saat ini menjabat sebagai penasihat aktif GPTD. Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi berbagai kegiatan terkait sejarah Islam, penelitian, pelestarian warisan peradaban, serta aktivitas kebudayaan di Aceh Utara pada masa mendatang.

Selain itu, hubungan baik juga diperkuat dengan Universiti Tun Abdul Razak (UNIRAZAK), Malaysia. Dalam kesempatan tersebut, Mawardi Ismail al-Asyi mengundang perwakilan UNIRAZAK untuk berkunjung ke booth Galeri Ilmu Media Group, tempat buku ACEH: Bangkit daripada Luka dipromosikan selama penyelenggaraan PBAKL 2026. Kunjungan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus diskusi mengenai sejarah, warisan peradaban Islam, serta peluang kerja sama akademik antara Aceh dan Malaysia.

Pencapaian membanggakan lainnya adalah terpilihnya buku ACEH: Bangkit daripada Luka sebagai salah satu buku Best Seller di booth Galeri Ilmu Media Group. Hingga menjelang penutupan PBAKL 2026, buku tersebut telah terjual lebih dari 1.000 eksemplar hanya selama penyelenggaraan PBAKL. Sambutan positif dari para pengunjung menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap tema sejarah, kemanusiaan, dan semangat kebangkitan Aceh.

Pencapaian tersebut sejalan dengan tema yang diusung Galeri Ilmu Media Group pada tahun ini, yaitu Ihya’ Turats: Menghidupkan Warisan, Menerangi Zaman, sebuah semangat untuk menghidupkan kembali khazanah ilmu, sejarah, dan warisan peradaban agar tetap relevan bagi generasi masa kini dan masa depan.

Melalui keikutsertaan dalam PBAKL 2026, CISAH berharap dapat terus memperkenalkan sejarah Sumatra Pasai kepada masyarakat yang lebih luas, mempererat hubungan akademik dan kebudayaan antara Aceh dan Malaysia, serta mendorong lahirnya berbagai program kolaboratif dalam pelestarian sejarah Islam dan warisan peradaban Melayu-Nusantara.(Red)

 

Laporan:

Mawardi Ismail al-Asyi
SEKJEND CISAH
(Center for Information of Sumatra Pasai Heritage)

 

Pos terkait