Cilacap Menjadi Tuan Rumah Kursus Pelatih Pembina Pramuka Kwarda Jawa Tengah

Indonesiainvestigasi.com

Cilacap, Jawa Tengah – Kabupaten Cilacap dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar (KPD) Kwartir Daerah Jawa Tengah tahun 2024. Acara ini berlangsung selama 6 hari, dimulai dari Rabu (28/2/2024) hingga Senin (4/3/2024) di Sasana Diklat Praja Kabupaten Cilacap.

Menurut Wakil Ketua Bidang Binawasa Kwarcab Cilacap, Subiharto, kegiatan kursus diikuti oleh 73 peserta yang merupakan pembina dari beberapa wilayah di Indonesia.

“Peserta Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar merupakan rekomendasi dari Kwartir Cabang Se-Kwarda Jawa Tengah maupun Kwarda se-Indonesia. Mereka ada yang berasal dari Kwarcab Tojo Una-una Kwarda Sulawesi Tengah, Kwarcab Garut Kwarda Jawa Barat, Kwarcab Kulon Progo Kwarda Daerah Istimewa Yogyakarta, Kwarcab Kota Salatiga, Sukoharjo, Brebes, Banyumas dan dari Cilacap,” ungkap Subiharto, yang juga Ketua Panitia kegiatan.

Bacaan Lainnya

Subiharto menjelaskan bahwa setelah mengikuti kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu menjadi pelatih pembina pramuka yang dapat meningkatkan kualitas kepramukaan di wilayah masing-masing.

“Standar kompetensinya setelah mengikuti KPD, peserta mampu menjadi pelatih pembina pramuka dengan menggunakan metode kepramukaan dan metode kepelatihan dalam proses pendidikan dan pelatihan kepramukaan sehingga meningkatkan kualitas kepramukaan yang dapat mencapai tujuan Gerakan Pramuka,” terangnya.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap sekaligus Ketua Harian Kwartir Cabang Cilacap, Sujito, turut hadir untuk membuka acara KPD. Dalam sambutannya, Sujito menyatakan bahwa pelaksanaan KPD merupakan jawaban atas kurangnya pelatih Pembina di Kwarda Jawa Tengah pada umumnya serta Kwarcab Cilacap pada khususnya.

“Kwarcab Cilacap memiliki lebih kurang 267.060 anggota muda Gerakan Pramuka dan 11.353 Anggota Dewasa dan tercatat telah memiliki 91 Pelatih lulusan KPD, dan 39 pelatih lulusan KPL. Tercatat ada 114 Pelatih yang masih aktif sehingga rasio antara pelatih dan Pembina pramuka 1 : 97. Hal ini tentu saja belum ideal dibandingkan seharusnya rasio antara pelatih dan Pembina pramuka 1 : 20,” jelasnya.

Maka dari itu, Sujito berharap melalui KPD akan terbentuk Pembina Pramuka yang memenuhi kuantitas dan kualitas, serta bisa mencetak Pembina Pramuka yang mampu membina dan mendidik para generasi muda khususnya para peserta didik.

“Jika Pembina Pramuka boleh diistilahkan dengan “Ujung Tombak Gerakan Pramuka”, maka barangkali Pelatih Pembina Pramuka bisa diistilahkan juga dengan “Empunya Gerakan Pramuka”. Kuat dan tajamnya sebuah ujung tombak tentunya tergantung pada pembuat atau pencetaknya,” pungkasnya.

Kegiatan Pembukaan Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar (KPD) Kwartir Daerah Jawa Tengah tahun 2024 ditandai dengan penyerahan Tunggul dari Kepala Pusdiklatda Provinsi Jawa Tengah Mulyono kepada Pemimpin Kursus, Subiharto. Kemudian dilakukan pengalungan tanda peserta oleh Ketua Harian Kwartir Cabang Cilacap, Sujito.

(Jumardin/Red/My/Kominfo)

Pos terkait