Indonesia Investigasi
BIREUEN – Suasana penuh kebersamaan dan semangat organisasi mewarnai kegiatan Musyawarah Lokal (Muslok) I sekaligus pelantikan Ketua Lokal Jeunib–Pandrah yang diselenggarakan oleh Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah JZ01ZZW05 Bireuen, Sabtu (7/3/2026) atau bertepatan dengan 17 Ramadhan 1447 H, bertempat di SMP Negeri 1 Bireuen.
Kegiatan Muslok ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar RAPI Bireuen dalam memperkuat struktur organisasi di tingkat lokal. Selain itu, forum ini juga bertujuan meningkatkan keaktifan, kekompakan, serta loyalitas para anggota dalam menjalankan peran sosial dan kemasyarakatan melalui komunikasi radio antar penduduk.
Dalam agenda tersebut juga dilaksanakan pelantikan Ketua Lokal RAPI Jeunib–Pandrah, yaitu Chairul Muhajir (JZ01FAC) yang resmi dipercaya memimpin dan menggerakkan aktivitas organisasi di wilayah tersebut. Dengan kepemimpinan yang baru, diharapkan RAPI semakin aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial, komunikasi masyarakat, serta mendukung berbagai aksi kemanusiaan di Kabupaten Bireuen.
Ketua RAPI Bireuen Muzakir, S.Farm., Apt (JZ01FIL) dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musyawarah Lokal bukan sekadar agenda organisasi, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antar anggota serta memperkuat komitmen bersama dalam menjalankan kode etik RAPI.
“Melalui Muslok ini kita berharap seluruh anggota semakin solid, aktif, dan mampu meningkatkan kualitas organisasi RAPI dalam melayani masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris RAPI Bireuen M. Azhar (JZ01FYC) turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan anggota yang telah berpartisipasi serta menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Muslok ini menjadi bukti kekompakan dan semangat kebersamaan anggota RAPI dalam membangun organisasi yang lebih baik.
Dengan terselenggaranya Musyawarah Lokal I RAPI Bireuen, diharapkan organisasi ini semakin berkembang, solid, serta terus hadir sebagai wadah komunikasi masyarakat yang aktif dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, dan kebencanaan di tengah masyarakat.
Muhammad Iskandar








