Indonesia Investigasi
BIREUEN – Musibah kebakaran menghanguskan dua unit rumah konstruksi permanen beratap seng di Dusun Mesjid, Desa Cot Bada Baroh, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Dua rumah yang terbakar masing-masing milik Makhayiwah (70) di sisi barat dan Munzir (40) di sisi timur. Akibat kejadian tersebut, seluruh bangunan rumah beserta isinya tidak dapat diselamatkan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun para korban mengalami kerugian material yang cukup besar.
Rumah pertama milik Makhayiwah ditempati bersama dua Kepala Keluarga (KK) gantung, yakni Saudah Ilyas (50) bersama satu orang tanggungan, serta Fatwa Abdullah (35) bersama istri dan seorang anak berusia 7 bulan.
Sementara rumah kedua milik Munzir dihuni bersama istri dan tiga orang anak.
Berdasarkan keterangan di lokasi, kejadian bermula saat Saudah Ilyas baru tiba di rumah dan melihat asap mengepul dari dalam bangunan. Saat masuk melalui pintu samping, api telah terlihat membesar dan berasal dari salah satu kamar. Fahmi yang berada di dalam rumah berhasil menyelamatkan diri setelah dibangunkan oleh warga. Aparatur desa dan masyarakat setempat segera melakukan upaya pemadaman awal serta menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Sebanyak tiga unit armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian. Namun, besarnya kobaran api membuat kedua rumah tidak dapat diselamatkan.
Sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah, di sela jadwal padatnya, Bupati Bireuen H. Mukhlis, ST ba’da salat Magrib mengunjungi lokasi kebakaran untuk melihat langsung kondisi para korban sekaligus menyerahkan bantuan masa panik.
Dalam kunjungannya, Bupati Bireuen menyampaikan rasa prihatin mendalam atas musibah yang dialami warga serta memastikan Pemerintah Kabupaten Bireuen hadir dan tanggap dalam membantu masyarakat terdampak bencana. Ia juga menginstruksikan instansi terkait agar terus melakukan pendampingan dan penanganan lanjutan bagi para korban.
Pemerintah Kabupaten Bireuen mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dan segera melaporkan kepada aparat desa maupun petugas terkait apabila terjadi keadaan darurat.(*)
Muhammad Yanis
