Indonesia Investigasi
PEKALONGAN – Indonesia investigasi.com – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan Sukirman menghadiri acara Safari Ramadhan Komisi II DPR RI yang digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja Kantor Gubernur Jawa Tengah di Semarang, Sabtu (7/3/2026) sore.
Kegiatan tersebut dihadiri seluruh kepala daerah di Jawa Tengah, jajaran pemerintah daerah dan DPRD Provinsi Jawa Tengah, instansi vertikal, serta sejumlah jajaran pemerintah pusat.
Dalam kesempatan itu, Ketua Komisi II DPR RI Dr. H. M. Rifqinizamy Karsayuda, S.H., M.H. menyampaikan bahwa Komisi II DPR RI memiliki tugas konstitusional dalam pengawasan, legislasi, dan penganggaran di berbagai bidang strategis. Di antaranya bidang politik dan pemerintahan dalam negeri, pertanahan dan tata ruang, aparatur negara, kepemiluan, hingga urusan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ia juga menekankan pentingnya mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih atau good and effective government and clean governance. Menurutnya, daerah perlu membangun kemandirian dengan memaksimalkan potensi lokal.
“Anak-anak yang pintar perlu diberikan beasiswa yang terarah, sehingga output dan outcome-nya jelas. Jika suatu daerah memiliki potensi tertentu, maka pendidikan juga harus diarahkan untuk mendukung pengembangan potensi tersebut dari hulu hingga hilir,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, S.S., M.Si. dalam tausiyahnya menekankan pentingnya keadilan dalam setiap kebijakan yang diambil oleh pemimpin.
Ia mengingatkan bahwa setiap keputusan yang diambil oleh pemegang jabatan harus berlandaskan pada kebenaran dan keadilan. Menurutnya, jabatan merupakan amanah yang harus digunakan untuk kemaslahatan masyarakat.
“Tidak diperbolehkan iri kecuali kepada dua hal, yaitu kepada orang yang memiliki harta lalu menggunakannya untuk kebaikan, dan kepada orang yang memiliki jabatan lalu menggunakan jabatannya untuk menegakkan keadilan,” ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K. menyampaikan bahwa Jawa Tengah akan menghadapi momentum arus mudik dan balik Lebaran yang diperkirakan akan membawa jutaan masyarakat masuk ke Jawa Tengah.
Menurutnya, hal ini menjadi peluang untuk meningkatkan geliat ekonomi daerah serta memperkuat pembangunan menuju Jawa Tengah yang maju dan berkelanjutan dalam rangka mendukung Indonesia Emas 2045.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan harus melalui integrasi dengan pemerintah pusat dan kolaborasi seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.
“Pembangunan Jawa Tengah bukan kerja superman, tetapi kerja super team. Seluruh bupati dan wali kota menjadi manajer marketing untuk mempromosikan potensi daerahnya masing-masing,” katanya.
Kehadiran Plt. Bupati Pekalongan Sukirman dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dengan Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Pusat dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.
( Ari )
