Indonesia Investigasi
Pekalongan – Indonesia investigasi.com – Polres Pekalongan – Polda Jateng – Polres Pekalongan menggelar rapat koordinasi (rakor) persiapan pengamanan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 M di Aula Polres Pekalongan, Senin (9/3/2026) pagi.
Rakor tersebut dihadiri oleh Wakapolres Pekalongan Kompol Muhamad Nurkholis, S.H., Kabag Ops Polres Pekalongan Kompol M. Farid Amirullah, S.H., M.H., para pejabat utama Polres Pekalongan, serta sejumlah perwakilan instansi terkait di Kabupaten Pekalongan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar), Ketua PMI Kabupaten Pekalongan, Kepala PLN Cabang Wiradesa, serta Kepala PLN Cabang Kedungwuni.
Dalam paparannya, Kabag Ops Polres Pekalongan Kompol M. Farid Amirullah mengatakan bahwa gelar pasukan pengamanan Lebaran dijadwalkan pada 12 Maret 2026. Setelah itu, aparat akan langsung menghadapi gelombang awal arus mudik.
Ia menambahkan bahwa periode 12 hingga 17 Maret 2026 menjadi perhatian utama karena diprediksi terjadi peningkatan signifikan pergerakan pemudik.
“Operasi akan dimulai pada 13 Maret pukul 00.00 WIB. Kami berharap seluruh instansi terkait dapat segera menyesuaikan dan bergabung di pos pengamanan,” ujarnya.
Selain arus mudik dan balik, pihaknya juga mengingatkan potensi lonjakan wisatawan pasca lebaran di sejumlah destinasi wisata, seperti Linggo Asri, Pantai Kesik, Zato Land, Lolong, Danau Al Kautsar, dan Kali Paingan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan menyampaikan bahwa potensi pergerakan masyarakat pada libur Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,91 juta orang. Angka tersebut mengalami penurunan sekitar 1,75 persen dibandingkan periode Lebaran 2025 yang mencapai 146,48 juta orang.
Berdasarkan hasil survei, sekitar 143,92 juta orang atau 50,60 persen responden diprediksi akan melakukan perjalanan selama masa Lebaran tahun ini.
Dishub juga memaparkan prediksi arus mudik dan arus balik. Awal arus mudik diperkirakan terjadi pada Jumat (13/3/2026), dengan puncak arus mudik pada Rabu (18/3/2026). Sementara awal arus balik diprediksi mulai Selasa (24/3/2026) dan mencapai puncaknya pada Sabtu (28/3/2026).
Selain itu, Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2026 direncanakan beroperasi mulai 13 hingga 30 Maret 2026. Untuk mendukung keselamatan transportasi, Dishub juga telah melakukan mitigasi melalui ramp check atau inspeksi keselamatan guna memastikan kelayakan operasional moda transportasi.
“Tujuan utama ramp check adalah memastikan kelaikan operasional kendaraan demi menjamin keselamatan penumpang maupun awak kendaraan,” jelasnya.
Di sisi lain, Kepala Dinporapar Kabupaten Pekalongan menyampaikan bahwa kunjungan wisatawan diperkirakan meningkat selama libur Lebaran. Namun, pihaknya masih berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan terkait pembatasan izin wisata di beberapa kawasan, termasuk destinasi wisata di Kecamatan Petungkriyono.
Dalam kesempatan yang sama, programmer chatbot Steven memaparkan rencana penerapan layanan chatbot berbasis WhatsApp untuk mendukung pelayanan publik di Polres Pekalongan.
Menurutnya, saat ini pertanyaan masyarakat yang masuk ke layanan Polres Pekalongan cukup tinggi dan sebagian besar merupakan pertanyaan berulang, seperti terkait pembuatan SIM, BPKB, STNK, SKCK, sidik jari, laporan kehilangan hingga konsultasi hukum.
“Untuk mengatasi tingginya volume pesan dan mempercepat respons layanan, diusulkan penerapan chatbot AI berbasis WhatsApp yang dapat melayani masyarakat selama 24 jam secara otomatis,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan menyampaikan kesiapan dukungan layanan kesehatan dengan menyiapkan tiga unit ambulans serta dua personel piket di setiap pos pengamanan.
Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) juga menyatakan akan menyiapkan satu unit mobil toilet portable yang akan ditempatkan sesuai arahan Kapolres. Selain itu, armada pengangkut sampah juga disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan volume sampah di lokasi keramaian.
Dari sektor perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyebutkan harga sejumlah kebutuhan pokok relatif stabil menjelang Lebaran. Namun, harga cabai rawit mengalami kenaikan hingga mencapai Rp90.000 per kilogram pada akhir pekan terakhir.
Adapun harga telur mengalami penurunan, sementara harga daging sapi dan ayam mulai menunjukkan kecenderungan naik meski masih relatif stabil di Pasar Wiradesa dan Pasar Kedungwuni.
Perwakilan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTR) wilayah Pekalongan menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan jalur mudik dengan melakukan perbaikan jalan yang ditargetkan selesai pada Selasa (10/3/2026). Selain itu, rambu-rambu untuk pengaturan arus mudik maupun arus balik juga mulai dipasang.
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Pekalongan menyatakan pihaknya akan membuka pos terpusat di markas PMI dan menyiapkan relawan yang siap membantu apabila dibutuhkan selama operasi pengamanan Lebaran.
Dengan adanya rapat koordinasi tersebut, diharapkan seluruh instansi dapat bersinergi untuk memastikan kelancaran arus mudik, keamanan masyarakat, serta kesiapan pelayanan publik selama perayaan Idul Fitri 2026 di wilayah Kabupaten Pekalongan. ( Ari )
