Indonesiainvestigasi.com
Labuhanbatu Utara, Sumatra Utara – Peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Marbau, Kabupaten Labuhanbatu Utara, kembali menjadi sorotan publik. Seorang pria yang dikenal dengan julukan “Coy”, warga Desa Blungkit, diduga menjadi salah satu sosok yang berperan dalam peredaran narkoba di beberapa titik wilayah Kecamatan Marbau.
Nama Coy disebut-sebut sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat, khususnya warga di Kecamatan Marbau. Berdasarkan keterangan dari sejumlah warga yang enggan disebutkan namanya, pria tersebut diduga kerap melakukan aktivitas yang berkaitan dengan distribusi narkotika jenis sabu di lingkungan sekitar.
Menurut informasi yang dihimpun dari masyarakat setempat, aktivitas yang diduga berkaitan dengan peredaran sabu tersebut telah menimbulkan keresahan berkepanjangan. Warga mengaku khawatir akan dampak negatif yang ditimbulkan terhadap generasi muda serta stabilitas sosial di desa mereka.
Seorang penggiat anti-narkoba di Kabupaten Labuhanbatu Utara menyampaikan bahwa sosok yang dikenal dengan julukan Coy itu disebut-sebut sebagai figur yang diduga memiliki peran dalam memperluas jaringan peredaran narkotika di wilayah Marbau.
“Jika benar dugaan ini, maka sosok seperti ini bisa menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda. Peredaran narkoba bukan hanya merusak individu, tetapi juga menghancurkan moral dan masa depan masyarakat,” ujar salah satu penggiat anti-narkoba di Labuhanbatu Utara.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa peredaran narkotika di tingkat desa merupakan ancaman nyata yang harus segera ditindak tegas oleh aparat penegak hukum. Ia menyebut, peredaran sabu di wilayah pedesaan kerap memicu meningkatnya tindak kriminal lain, mulai dari pencurian hingga kekerasan.
Tidak hanya itu, keresahan warga semakin meningkat setelah adanya kejadian yang diceritakan oleh salah seorang warga Desa Blungkit. Dalam peristiwa tersebut, seorang warga disebut pernah menegur pria yang dikenal dengan julukan Coy tersebut.
Menurut penuturan warga, ketika ditegur dan ditanya apakah tidak takut terhadap aparat penegak hukum, pria tersebut hanya tersenyum. Sikap tersebut dinilai sebagian warga sebagai bentuk kepercayaan diri yang berlebihan, bahkan dianggap mencerminkan rasa tidak takut terhadap hukum.
“Waktu itu ada warga yang menegur dan bertanya apakah dia tidak takut dengan aparat. Dia hanya tersenyum. Kami sebagai masyarakat merasa resah dengan sikap seperti itu,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.
Hingga tanggal 9 April 2026, masyarakat, khususnya warga Desa Blungkit, Kecamatan Marbau, mengaku masih diliputi rasa cemas dan kekhawatiran atas dugaan aktivitas peredaran narkotika tersebut. Sebagian warga menyebut bahwa mereka tidak mampu berbuat banyak selain menyampaikan keresahan kepada pihak berwenang.
Warga berharap aparat penegak hukum tidak hanya menjadi penonton atas keresahan yang terjadi di tengah masyarakat. Mereka meminta adanya tindakan nyata dan tegas demi menjaga keamanan lingkungan serta menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba.
Harapan besar disampaikan masyarakat kepada Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu agar segera melakukan penyelidikan mendalam terhadap dugaan aktivitas peredaran narkotika di wilayah Kecamatan Marbau.
Selain itu, masyarakat juga berharap adanya sinergi dengan aparat TNI dari Kodim 0209/LB untuk mendukung upaya pemberantasan narkoba di wilayah tersebut. Menurut warga, keterlibatan berbagai pihak sangat penting guna menciptakan efek jera bagi pelaku serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Sejumlah tokoh masyarakat di Desa Blungkit juga menegaskan bahwa peredaran narkotika merupakan ancaman serius yang tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Mereka berharap aparat segera turun tangan melakukan penyelidikan dan penindakan sesuai dengan hukum yang berlaku.
“Kami tidak ingin desa kami dikenal sebagai tempat peredaran narkoba. Kami hanya ingin anak-anak kami tumbuh dengan baik, tanpa pengaruh narkotika,” ujar salah satu tokoh masyarakat.
Masyarakat menilai bahwa ketegasan aparat dalam menangani kasus narkoba akan menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi rakyatnya. Mereka berharap aparat bertindak cepat, tepat, dan profesional dalam menindak setiap dugaan pelanggaran hukum yang terjadi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait dugaan keterlibatan sosok yang dikenal dengan julukan Coy tersebut. Oleh karena itu, masyarakat berharap aparat segera melakukan penyelidikan guna memastikan kebenaran informasi yang beredar di tengah masyarakat.
Peredaran narkotika di wilayah pedesaan menjadi tantangan serius bagi semua pihak. Tanpa tindakan tegas dan terukur, bukan tidak mungkin generasi muda akan menjadi korban berikutnya dari bahaya narkoba yang terus mengintai.
Masyarakat Desa Blungkit kini hanya berharap satu hal: tindakan nyata dan keberanian aparat dalam menegakkan hukum demi menyelamatkan masa depan generasi muda dari ancaman narkotika.
Penulis : Chairul Ritonga







