Indonesiainvestigasi.com
Labuhanbatu – Sumatra Utara | Sabtu, 11 April 2026 – Sikap seorang kepala sekolah di SDN 10 Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatra Utara, menjadi sorotan publik setelah diduga memberikan keterangan yang tidak sesuai dengan fakta kepada sejumlah awak media yang hendak melakukan konfirmasi pada Sabtu pagi (11/04/2026).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.28 WIB, saat beberapa awak media mendatangi lingkungan sekolah untuk menemui Kepala Sekolah SDN 10 Rantau Selatan yang diketahui bernama Maratimbo Harahap. Kedatangan awak media tersebut bertujuan untuk melakukan konfirmasi terkait sejumlah informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Saat berada di salah satu ruangan sekolah, awak media melihat seorang pria yang mengenakan baju batik berwarna cokelat. Dengan sopan, salah seorang awak media kemudian menyampaikan pertanyaan.
“Maaf sebelumnya pak/ibu, kalau boleh tahu Kepala Sekolah yang mana ya?” tanya salah satu awak media.
Pertanyaan tersebut kemudian dijawab oleh pria berbaju batik cokelat dengan nada singkat, yang menyatakan bahwa kepala sekolah belum datang ke sekolah.
Mendengar jawaban tersebut, awak media kemudian keluar dari ruangan dan menuju halaman sekolah untuk mencari informasi tambahan. Di lokasi tersebut, beberapa awak media mencoba menanyakan keberadaan kepala sekolah kepada sejumlah siswa serta guru pengajar.
Namun, keterangan yang diperoleh dari siswa dan guru justru menimbulkan tanda tanya. Beberapa siswa dan guru menyampaikan bahwa kepala sekolah sebenarnya berada di dalam ruangan sebelumnya, bahkan mereka menyebutkan ciri pakaian yang dikenakan kepala sekolah, yakni baju batik berwarna cokelat, yang sesuai dengan ciri pria yang sebelumnya ditemui awak media.
“Kepala sekolah di ruangan tadi bang, pakai batik cokelat,” ujar salah satu guru, yang juga dibenarkan oleh beberapa siswa yang berada di lokasi saat itu.
Perbedaan keterangan tersebut memunculkan dugaan bahwa awak media sempat menerima informasi yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Situasi ini kemudian menjadi perbincangan di tengah masyarakat, yang menilai bahwa sikap seorang pimpinan lembaga pendidikan seharusnya mencerminkan keterbukaan dan kejujuran.
Sejumlah warga menilai bahwa sikap tersebut berpotensi mencoreng citra dunia pendidikan, khususnya di tingkat sekolah dasar di wilayah Kabupaten Labuhanbatu. Mereka beranggapan bahwa seorang kepala sekolah memiliki tanggung jawab moral sebagai panutan, baik bagi guru maupun siswa.
Salah seorang tokoh masyarakat di Kabupaten Labuhanbatu turut memberikan tanggapan atas kejadian tersebut. Ia menilai bahwa seorang pimpinan sekolah seharusnya bersikap terbuka terhadap media, terutama ketika dimintai klarifikasi terkait berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
“Seorang kepala sekolah seharusnya memberi contoh yang baik. Kalau memang ada yang ingin dikonfirmasi, seharusnya disampaikan secara terbuka, bukan justru menimbulkan kesan seolah menghindar,” ujar tokoh masyarakat tersebut pada Sabtu (11/04/2026), saat ditemui di salah satu warung kopi di wilayah Rantau Selatan.
Ia juga menambahkan bahwa sikap tertutup dari pimpinan sekolah dapat menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. Bahkan, menurutnya, jika dibiarkan berlarut-larut, hal tersebut dapat memunculkan berbagai dugaan lain, termasuk terkait transparansi pengelolaan anggaran sekolah.
Peristiwa ini pun memicu harapan dari masyarakat agar pemerintah daerah segera mengambil langkah evaluasi terhadap kepemimpinan di lingkungan pendidikan.
Publik berharap agar Bupati Labuhanbatu, Hj. Maya Hasmita, melalui Kepala Dinas Pendidikan Labuhanbatu, Abdi Jaya Pohon, dapat segera melakukan peninjauan dan evaluasi terhadap kinerja Kepala Sekolah SDN 10 Rantau Selatan, guna memastikan bahwa tata kelola pendidikan berjalan secara transparan dan profesional.
Masyarakat menilai bahwa dunia pendidikan merupakan pilar penting dalam membentuk karakter generasi muda. Oleh karena itu, sikap kepemimpinan di lingkungan sekolah harus mencerminkan nilai-nilai kejujuran, keterbukaan, dan tanggung jawab.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepala Sekolah SDN 10 Rantau Selatan belum memberikan klarifikasi resmi terkait perbedaan keterangan yang terjadi saat awak media melakukan kunjungan ke sekolah tersebut.
Publik pun berharap agar pihak terkait segera memberikan penjelasan resmi guna menghindari kesalahpahaman yang lebih luas, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan di Kabupaten Labuhanbatu.
Penulis : Chairul Ritonga
