Borong 8 Medali OMI Riset (MYRES) Aceh 2026, MTsN 1 Banda Aceh Buktikan Keunggulan Peneliti Muda

 

Indonesia Investigasi 

BANDA ACEH – Prestasi membanggakan kembali diraih MTsN 1 Banda Aceh. Delapan tim peneliti muda madrasah tersebut berhasil membawa pulang 3 medali emas, 3 medali perak, dan 2 medali perunggu pada Ajang Prestasi Robotik, Sains, Olahraga dan Seni Madrasah (APRESIASI) cabang OMI Riset (MYRES) Aceh Tahun 2026.

 

Bacaan Lainnya

Capaian ini menunjukkan kemampuan siswa dalam mengembangkan penelitian dan inovasi yang relevan dengan persoalan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, literasi digital, serta pemanfaatan teknologi.

 

Pada bidang Ekoteologi, medali emas diraih Rafiq Al Wafa (IX-9), Fariz Rizki (IX-4), dan M. Fairuz Zabady (IX-10) melalui penelitian “Pemanfaatan Limbah Ampas Tahu melalui Freeze–Thaw untuk Inovasi Pangan Kukis Okara dan Lingkungan Berkelanjutan.” Tim ini dibimbing Rizka Anggia Dinda, S.Pd., dan Khairul Abdi, S.Si. Medali perak diraih Ziyana Zahirah (IX-10) dan Nailah Adli Farzana (IX-10) melalui penelitian pemanfaatan limbah kulit kopi Gayo untuk pemurnian air pascabanjir, dengan pembimbing yang sama.

 

Pada bidang Sustainable Development Goals (SDGs), medali emas diraih Muhammad Daiyan Jalal Ifansyah (IX-2) dan Moehammad Zidan Ar-Rayyan (IX-2) melalui penelitian “Inong Aceh Lam Meuseraya: Pemberdayaan Perempuan dalam Pemulihan Kehidupan Masyarakat Pascabanjir di Kabupaten Pidie Jaya.”

 

Medali perak diraih Ghina Syakira, Rifayana Asfia, dan Muhammad A’qil (IX-3) melalui penelitian “Meuripee Digital: Model Solidaritas Sosial Generasi Muda Aceh di Era Komunitas Digital Pascabanjir.”

 

Sementara itu, medali perunggu diraih Raeesa Nadira, Syifa Fransisca Wahyudi, dan Zahila Khansa (IX-11) melalui penelitian tentang evaluasi informasi ilmiah dan penguatan literasi digital siswa madrasah. Kedua tim dibimbing Rizka Anggia Dinda, S.Pd.; tim peraih perunggu juga dibimbing Khairul Abdi, S.Si.

 

Adapun pada bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan untuk Pembangunan Nasional, medali emas diraih Nafisah Zidaputri (IX-2) melalui penelitian “Pengembangan Smart Farming Berbasis IoT untuk Monitoring dan Pengendalian Otomatis Kondisi Lingkungan Tanaman Cabai Merah.”

Medali perak diraih Meutia Putri Hidayat (VIII-4), Aurelia Sheza Furqaan (IX-3), dan Farah Asyifa Aulia (VIII-2) melalui penelitian “AI-Leaf Nilam Aceh (Pogostemon cablin): Sistem Deteksi Dini Penyakit Daun Berbasis Computer Vision.” Sementara itu, medali perunggu diraih M. Yusuf AlFarabi (IX-10), Zaidani Syapiq (IX-8), dan Dhiaulhaq (IX-6) melalui pengembangan e-modul berbasis STEM untuk meningkatkan literasi sains dan lingkungan. Ketiga penelitian pada bidang ini dibimbing Rizka Anggia Dinda, S.Pd.

 

Keberhasilan tersebut memperlihatkan keberagaman gagasan dan kemampuan siswa MTsN 1 Banda Aceh dalam mengembangkan solusi berbasis penelitian, mulai dari pengolahan limbah, pemulihan masyarakat pascabanjir, hingga penerapan teknologi untuk pertanian dan pendidikan.

 

Prestasi ini merupakan hasil kerja keras para siswa, pendampingan guru, serta dukungan orang tua dan keluarga besar madrasah. Capaian tersebut diharapkan semakin memperkuat budaya riset dan inovasi di lingkungan MTsN 1 Banda Aceh.

 

Keluarga besar MTsN 1 Banda Aceh mengucapkan selamat kepada seluruh peneliti muda dan guru pembimbing atas prestasi yang diraih. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi untuk terus berkarya, berinovasi, dan menghasilkan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat, lingkungan, serta kemajuan daerah dan bangsa.

Pos terkait