Indonesia Investigasi
BERAU, TALISAYAN – Kualitas pengerjaan perbaikan jalan di poros Bumi Jaya, Kecamatan Talisayan, kini tengah menjadi sorotan tajam. Pasalnya, proyek tambal sulam yang diharapkan menjadi solusi mobilitas warga justru dinilai dikerjakan secara asal-asalan. Kondisi aspal yang tidak rata dan mudah terkelupas memicu kekecewaan mendalam dari masyarakat setempat.
Pemborosan Anggaran Negara
Sejumlah warga yang melintasi jalur tersebut menilai bahwa teknik perbaikan yang dilakukan saat ini hanya bersifat sementara dan tidak menyentuh akar permasalahan. Mereka menyayangkan langkah pemerintah atau pihak pelaksana yang terkesan “kejar tayang” tanpa memperhatikan standar mutu.
“Kalau hanya ditambal tipis-tipis begini, satu kali hujan atau dilewati truk logistik juga hancur lagi. Ini namanya membuang-buang anggaran secara percuma. Uang rakyat habis, tapi jalannya tidak pernah benar-benar bagus,” ujar salah seorang warga yang kerap melintas.
Urat Nadi Perekonomian yang Terancam
Kekhawatiran masyarakat bukan tanpa alasan. Jalan poros Bumi Jaya merupakan urat nadi perekonomian bagi wilayah Talisayan. Jalur ini menjadi akses utama bagi:
Mobilisasi logistik dan bahan pokok.
Distribusi hasil perkebunan warga.
Akses utama layanan kesehatan dan pendidikan.
Jika perbaikan permanen tidak segera dilakukan, dikhawatirkan kerusakan yang kian parah akan menghambat laju ekonomi dan meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.
Tuntutan Perbaikan Permanen
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat mendesak pihak terkait—baik Dinas Pekerjaan Umum maupun kontraktor pelaksana—untuk segera turun ke lapangan dan melakukan peninjauan kembali.
Masyarakat menuntut adanya perbaikan permanen dengan spesifikasi material yang sesuai standar teknis, bukan sekadar tambalan formalitas. Warga berharap pemerintah lebih tegas dalam mengawasi pengerjaan di lapangan agar aset publik tersebut dapat bertahan dalam jangka panjang dan memberikan kenyamanan bagi seluruh pengguna jalan.(tim)







