Aceh Negeri Kaya Minyak, Mengapa Rakyat Masih Mengantre?

 

Oleh: Tgk. Abdullah bin Rusli

 

ACEH sejak dahulu dikenal sebagai daerah yang dianugerahi Allah SWT dengan kekayaan alam yang melimpah. Minyak, gas, hutan, laut, dan hasil bumi lainnya menjadi nikmat besar yang seharusnya menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat. Namun, dalam beberapa pekan terakhir, pemandangan antrean panjang di berbagai SPBU justru menjadi kenyataan yang menyedihkan.

Bacaan Lainnya

 

Tidak sedikit masyarakat harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan bahan bakar. Bahkan ada yang bercerita terpaksa meminjam kendaraan atau meminta bantuan rekan kerja karena tangki motornya hampir kosong dan tidak menemukan BBM di beberapa SPBU. Kondisi seperti ini tentu menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat.

 

Jika Aceh memang dikenal sebagai negeri yang kaya minyak, mengapa rakyatnya masih harus merasakan kelangkaan BBM? Mengapa mereka yang setiap hari bekerja mencari nafkah harus dibebani dengan antrean panjang hanya untuk mendapatkan hak yang sangat mendasar?

 

Islam mengajarkan bahwa pemimpin adalah pelayan rakyat. Rasulullah ﷺ bersabda:

 

“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

Hadis ini mengingatkan bahwa amanah kepemimpinan bukan hanya tentang jabatan, tetapi tentang memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dan penderitaan mereka mendapat perhatian.

 

Allah SWT juga berfirman:

 

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu menetapkannya dengan adil.” (QS. An-Nisa: 58).

 

Karena itu, ketika rakyat kesulitan memperoleh BBM, semua pihak yang memiliki kewenangan hendaknya hadir memberikan penjelasan, mencari solusi, dan bekerja bersama mengatasi persoalan tersebut. Diam terhadap kesulitan masyarakat bukanlah sikap yang mencerminkan tanggung jawab seorang pemimpin.

 

Opini ini bukan untuk menyalahkan siapa pun, melainkan sebagai suara harapan agar seluruh pemangku kepentingan dapat lebih peka terhadap keadaan rakyat. Masyarakat tentu berharap adanya langkah nyata sehingga kelangkaan BBM segera teratasi dan aktivitas ekonomi dapat kembali berjalan dengan baik.

 

Semoga Allah SWT memberikan petunjuk kepada seluruh pemimpin dan pengambil kebijakan agar senantiasa mengutamakan kepentingan rakyat, menegakkan amanah dengan adil, serta menjadikan Aceh benar-benar sebagai negeri yang makmur, sejahtera, dan diberkahi.

 

Wallahu a’lam bish-shawab.

Pos terkait