ABIYA JEUNIEB KEMBALI SERAHKAN BANTUAN RUMAH BMU–WPU DI PIDIE

 

Indonesia Investigasi 

PIDIE — Alhamdulillah, program kemanusiaan Rumah Layak Huni BMU–WPU kembali terlaksana dengan sukses melalui penyerahan rumah BMU–WPU ke-126 kepada warga penerima manfaat di Gampong Bluek Glee Cut, Kecamatan Indrajaya, Kabupaten Pidie, Ahad (10/05/2026).

 

Bacaan Lainnya

Penyerahan rumah dilakukan langsung oleh Ketua Umum Barisan Muda Ummat (BMU), Tgk. H. Muhammad Yusuf M. Nasir (Abiya Jeunieb). Dalam kegiatan tersebut, Abiya Jeunieb hadir didampingi oleh jajaran Pengurus BMU Pusat.

 

Pada acara penyerahan kunci rumah tersebut turut hadir unsur Muspika Kecamatan Indrajaya, perwakilan Kapolsek dan Danramil, khahtib masjid, pemerintah desa setempat, tokoh masyarakat, relawan kemanusiaan, serta masyarakat sekitar yang ikut menyaksikan prosesi penyerahan rumah dengan penuh rasa syukur dan kebersamaan.

 

Adapun penerima bantuan rumah layak huni tersebut adalah Saudara Hamdani, yang tinggal bersama seorang istri dan empat orang anaknya. Sebelumnya, Bapak Hamdani bersama keluarganya tinggal di sebuah rumah kosong yang berada di desa setempat dengan kondisi yang sangat memprihatinkan dan serba keterbatasan.

 

Melalui program Rumah BMU–WPU ini, kini keluarga tersebut telah memiliki tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman untuk ditempati bersama keluarga.

 

Dalam laporan yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal BMU Pusat, Tgk. Zainuddin MZ, disebutkan bahwa pembangunan rumah tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp 71.938.000,-. Anggaran pembangunan bersumber dari donasi pengurus DPD BMU Bener Meriah bersama rekan-rekan seperjuangannya, serta sisa donasi dari program rumah BMU–WPU sebelumnya yang telah lebih dahulu diserahkan kepada penerima manfaat.

 

Dalam tausiah sebelum penyerahan kunci rumah secara simbolik, Abiya Jeunieb menyampaikan bahwa saat ini yang masih menjadi kekurangan dalam gerakan kemanusiaan adalah minimnya orang-orang yang siap mengurus, bertanggung jawab terhadap laporan, serta relawan lapangan yang mau terjun langsung membantu masyarakat.

 

Beliau menegaskan bahwa program kemanusiaan membutuhkan lebih banyak orang yang ikhlas bekerja di lapangan, menjaga amanah, serta aktif mendampingi masyarakat yang membutuhkan bantuan. Menurutnya, keberhasilan program sosial bukan hanya bergantung pada bantuan materi, namun juga pada hadirnya relawan yang siap mengabdi untuk ummat.

 

Barisan Muda Ummat (BMU) sendiri merupakan organisasi gerakan dakwah dan sosial yang digagas oleh Allahyarham Tgk. H. Muhammad Yusuf bin Tgk. H. Abdul Wahab (Ayahanda Tu Sop Jeunieb). Sejak awal berdiri, BMU aktif bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan, dakwah, serta membantu masyarakat dhuafa melalui berbagai program kepedulian ummat.

 

Program Rumah BMU–WPU menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian sosial BMU dalam membantu masyarakat kurang mampu agar memiliki tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman untuk ditempati bersama keluarga.

 

Dalam kesempatan tersebut, pihak BMU juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh donatur, relawan, serta semua pihak yang terus mendukung program kemanusiaan untuk ummat. Dukungan dan kebersamaan masyarakat menjadi kekuatan utama sehingga program pembangunan rumah layak huni ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

 

Suasana acara berlangsung khidmat dan penuh haru, terlebih saat simbolis penyerahan kunci rumah kepada penerima manfaat. Rumah yang sebelumnya tidak layak huni kini telah berubah menjadi tempat tinggal yang lebih baik dan manusiawi.

 

BMU berharap program ini menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat serta dapat terus berlanjut demi membantu lebih banyak masyarakat kurang mampu di berbagai daerah.

 

Aziz

 

Pos terkait