Indonesia Investigasi
SUNGAI RAYA, ACEH TIMUR – Ketua BMU Peduli Ummat, Abiya Jeunieb, melakukan kunjungan langsung ke lokasi pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) hasil kolaborasi BMU-WPU Peduli Ummat di Desa Seuneubok Pase, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Aceh Timur, Rabu (7/1).
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kelanjutan pembangunan rumah unit ke-129 yang sempat tertunda akibat faktor alam. Dalam arahannya, Abiya menekankan pentingnya percepatan pengerjaan agar warga penerima manfaat dapat segera menempati hunian yang layak.
“Kami menginstruksikan kepada seluruh pengurus BMU Aceh Timur untuk segera melanjutkan proses pembangunan rumah ini. Meski sempat terhenti karena bencana, komitmen kita membantu umat tidak boleh surut,” ujar Abiya di sela-sela peninjauan lokasi.
Ketua BMU Aceh Timur, Tgk. Abdullah, memberikan penjelasan mengenai kendala teknis yang sempat dihadapi tim di lapangan. Ia mengungkapkan bahwa pembangunan ini sebenarnya sudah mulai berjalan sejak akhir tahun lalu.
“Sebelum terjadinya banjir dan longsor pada akhir November lalu, kami sudah bergerak melakukan pembongkaran rumah lama dan telah memesan material bangunan. Namun, dua hari berselang, bencana banjir melanda wilayah ini sehingga seluruh pekerjaan terpaksa dihentikan total demi keamanan,” jelas Tgk. Abdullah.
Kini, seiring dengan membaiknya kondisi cuaca dan akses di lapangan, pihak BMU telah melakukan koordinasi intensif dengan pengurus tingkat kecamatan untuk memulai kembali tahap konstruksi.
“Alhamdulillah, setelah berkoordinasi dengan pengurus Kecamatan Sungai Raya, saat ini pekerjaan sudah bisa kita lanjut kembali. Kami akan berupaya semaksimal mungkin agar pembangunan rumah ke-129 ini selesai tepat waktu sesuai standar yang telah ditetapkan,” tutupnya.
Program Rumah Layak Huni BMU-WPU terus menjadi pilar utama gerakan sosial masyarakat Aceh dalam membantu kaum duafa secara swadaya, yang hingga kini telah mencapai ratusan unit di berbagai wilayah Aceh. (*)
Tgk Abdullah







