RAPI JZ01ZZW05 BIREUEN TETAP MENGUDARA SAAT BENCANA.

 

Indonesia Investigasi

 

BIREUEN, 22 Januari 2026 — Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Bireuen sejak 26 November 2025 menjadi bukti nyata bahwa komunikasi adalah kebutuhan paling utama dalam situasi darurat. Saat listrik padam dan jaringan telepon seluler lumpuh, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) tetap mengudara dan beroperasi tanpa henti.

Bacaan Lainnya

Dalam kondisi tersebut, Radio Pancar Ulang (RPU) RAPI Bireuen tetap hidup dan aktif, menjadi tulang punggung komunikasi darurat yang menghubungkan masyarakat, perangkat desa, serta relawan di lapangan. Fakta ini menegaskan bahwa radio komunikasi adalah sistem paling andal ketika seluruh jaringan modern tidak dapat digunakan.

RAPI bergerak cepat, tepat, dan tanpa pamrih. Kehadiran RAPI di tengah bencana membuka kesadaran masyarakat dan perangkat desa akan pentingnya membangun sistem komunikasi yang tangguh dan berkelanjutan. Seiring itu, pemerintah daerah menunjukkan dukungan kuat terhadap penguatan komunikasi kebencanaan melalui komitmen “Minimal 1 Desa 1 Radio” sebagai langkah nyata kesiapsiagaan dan perlindungan masyarakat.

Ketua RAPI Bireuen, Muzakir (JZ01FIL), menegaskan bahwa meskipun minat bergabung sangat tinggi, setiap calon anggota tetap wajib mengikuti proses dan bimbingan dasar. Hal ini bertujuan agar anggota memahami nilai organisasi, etika komunikasi radio, aturan frekuensi, serta tanggung jawab sebagai relawan, bukan sekadar bergabung tanpa pemahaman.

Perlu ditegaskan bahwa RAPI bukan organisasi bergaji. RAPI adalah relawan murni, dan gaji RAPI adalah pahala dari Allah Ta’ala atas setiap manfaat komunikasi yang diberikan kepada masyarakat.

RAPI juga mengingatkan pentingnya penggunaan perangkat radio secara legal dan berizin resmi sesuai Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, di bawah kewenangan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Penggunaan radio tanpa izin bukan hanya berpotensi mengganggu komunikasi publik, tetapi juga melanggar hukum.

Sebagai organisasi resmi dan legal, RAPI hadir untuk membina serta mengarahkan masyarakat agar penggunaan radio komunikasi tertib, sah, dan bermanfaat, khususnya dalam situasi bencana.

Dalam struktur pembinaan RAPI Bireuen:

Bimbingan Dasar dibidangi oleh Akhyaruddin (JZ01FKH);

Bidang Jaringan dan Komunikasi (JARKOM) dibidangi oleh Safwadi (JZ01FAK).

RAPI tidak menuntut pengakuan dan tidak mengejar pujian,

namun akan selalu hadir saat dibutuhkan.

Saat yang lain terdiam, kami mengudara.

Saat yang lain menunggu, kami bergerak.

 

SALAM RAPI 51.55

 

Muhammad Yanis

Pos terkait