Indonesia Investigasi
BIREUEN — Di tengah upaya bangkit dari dampak banjir yang belum sepenuhnya pulih, secercah penguatan moral dan spiritual hadir untuk masyarakat Kecamatan Peusangan. Mahasiswa PTIK Lemdiklat Polri Angkatan ke-83/WPS turun langsung ke lapangan, memberikan pembinaan rohani sekaligus menyalurkan bantuan sosial bagi warga terdampak.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendekatan pemulihan pascabencana yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada ketahanan mental dan spiritual masyarakat. Kehadiran para mahasiswa disambut hangat oleh aparatur desa setempat, termasuk Pak Keuchik, sebutan Kepala Desa dalam bahasa Aceh yang menyatakan dukungan penuh atas inisiatif tersebut.
Dalam suasana sederhana namun penuh kekhusyukan, mahasiswa PTIK menyampaikan tausiah yang menekankan pentingnya kesabaran dan keteguhan hati menghadapi ujian kehidupan. Warga diajak memahami bahwa cobaan adalah bagian dari perjalanan manusia, dan keyakinan kepada Allah SWT menjadi sumber kekuatan untuk bangkit. Pesan-pesan motivasi tersebut disampaikan dengan pendekatan persuasif dan menyentuh, menghadirkan ruang refleksi bagi masyarakat yang masih merasakan trauma akibat bencana.
Respons warga terlihat antusias. Sebagian mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian, sementara lainnya memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai ruang berbagi pengalaman dan harapan untuk memulai kembali kehidupan yang lebih stabil.
Usai pembinaan rohani, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sosial berupa Al-Qur’an untuk meunasah setempat, serta perlengkapan ibadah seperti mukena, sajadah, dan kebutuhan salat lainnya bagi masyarakat. Meunasah, sebagai pusat pendidikan keagamaan dasar sekaligus ruang sosial kemasyarakatan di Aceh, diharapkan dapat memanfaatkan bantuan tersebut untuk kepentingan bersama.
Kegiatan ini menjadi cerminan kepedulian Polri melalui mahasiswa PTIK dalam mendampingi masyarakat pascabencana secara menyeluruh, tidak hanya melalui dukungan material, tetapi juga melalui penguatan batin. Upaya tersebut diharapkan mampu menumbuhkan optimisme warga agar kembali bangkit, menata kehidupan, dan melangkah menuju pemulihan yang berkelanjutan.
( Fadjar )
