Indonesia Investigasi
KAJEN – Indonesia investigasi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan secara resmi menerima 90 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi Institut Pertanian Bogor (IPB) periode pertama Tahun 2026. Penerimaan mahasiswa dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Senin (06/07/2026) pagi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Fakultas Pertanian IPB Dr. Dyah Retno Panuju, S.P., M.Si., Ph.D. Dosen Koordinator Wilayah Kabupaten Pekalongan Dr. Endang Gunawan, S.P., M.Si., perwakilan perangkat daerah terkait, Camat Kajen dan 12 Kades Kecamatan Kajen serta para mahasiswa KKNT Inovasi IPB Tahun 2026.
Dalam sambutannya, Sekda M. Yulian Akbar menyampaikan apresiasi kepada IPB yang kembali mempercayakan Kabupaten Pekalongan sebagai lokasi pelaksanaan KKNT. Ia berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar secara langsung di tengah Masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan, kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaannya untuk kembali menjadikan Kabupaten Pekalongan sebagai lokasi KKN Tematik Inovasi IPB tahun ini. Saya menyambut baik kehadiran 90 mahasiswa ini. Semoga kalian benar-benar bisa belajar bersama masyarakat Kabupaten Pekalongan. Ini menjadi laboratorium sosial yang sangat baik untuk menerapkan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah ke dalam kehidupan masyarakat,” ujar Sekda Akbar.
Sekda menjelaskan bahwa saat ini Pemerintah Kabupaten Pekalongan tengah mengembangkan berbagai inovasi daerah, salah satunya dengan mengaktifkan kembali Laboratorium Kemiskinan (Lab Kemiskinan), sebuah inovasi yang pernah masuk lima besar Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik tingkat nasional.
“Salah satu inovasi yang sedang kami hidupkan kembali adalah Laboratorium Kemiskinan. Inovasi ini pernah menjadi lima besar nasional dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik dan kini kami fokuskan untuk menangani kemiskinan ekstrem. Nanti saya minta ini juga bisa diolah oleh rekan-rekan mahasiswa IPB,” katanya.
Lebih lanjut, Sekda Akbar juga meminta seluruh perangkat daerah, khususnya Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), serta Camat Kajen agar mendampingi mahasiswa selama pelaksanaan KKN. Menurutnya, pemetaan program sejak awal sangat penting agar kegiatan mahasiswa dapat terkoneksi dengan inovasi-inovasi yang telah dijalankan pemerintah daerah.
Ia menegaskan bahwa penanggulangan berbagai persoalan pembangunan tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Karena itu, Pemkab Pekalongan terus mengedepankan model kolaborasi Pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, kelompok masyarakat, dan perguruan tinggi.
“Pemerintah sekarang tidak bisa bekerja sendiri. Kita memiliki keterbatasan dari sisi sumber daya manusia, anggaran, maupun ilmu pengetahuan. Karena itu, kami sudah lama menerapkan model kolaborasi Pentahelix. Ada pemerintah daerah, pemerintah desa, dunia usaha melalui Forum CSR, organisasi kemasyarakatan, hingga perguruan tinggi dengan sumber daya ilmu pengetahuan yang dimiliki. Semuanya harus dikolaborasikan dalam semangat collaborative governance,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Fakultas Pertanian IPB, Dyah Retno Panuju, mengatakan bahwa KKNT Inovasi IPB Tahun 2026 mengusung tema “Pengembangan Berkelanjutan Masyarakat Agromaritim untuk Mencapai Socio-Resilience”.
“Tema ini mencerminkan komitmen IPB untuk terus hadir dalam mendorong pembangunan berkelanjutan berbasis potensi lokal dan berkelanjutan berbasis potensi lokal, sekaligus memperkuat daya tahan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan, baik ekonomi, sosial, maupun lingkungan,” jelasnya.
Dia menjelaskan bahwa pelaksanaan KKNT Inovasi periode pertama akan berlangsung mulai 6 Juli sampai dengan 14 Agustus 2026. Dengan pelepasan resminya sudah dilaksanakan oleh Rektor IPB pada tanggal 4 juli yang lalu.
“Pada periode ini sekitar 3.679 mahasiswa diberangkatkan dari 39 program studi, 12 fakultas, dan 42 kabupaten salah satunya Kabupaten Pekalongan, 133 kecamatan salah satunya Kecamatan Kajen dan 450 desa, 12 di antaranya ada di Kecamatan Kajen ini. Dan ada 40 dosen koordinator wilayah yang akan mendampingi mahasiswa selama proses pelaksanaan KKNT,” pungkasnya. ( Ari )
