Jakarta – Beberapa negara di Asia secara perlahan mulai mengurangi ketergantungan pada transaksi dengan dolar AS. Tindakan ini diambil untuk meningkatkan efisiensi dan menghindari fluktuasi nilai tukar. Indonesia, sebagai salah satu negara yang mengambil langkah ini, memperkuat kerja sama dengan berbagai negara di Asia.
Bank Indonesia (BI) terus memperluas daftar kerja sama transaksi dengan mata uang lokal atau local currency transaction (LCT) dengan bank sentral negara lain. Pada tahun 2024, Indonesia bersama Korea Selatan berencana untuk mengimplementasikan transaksi tanpa dolar AS, mencakup perdagangan, investasi, dan sektor keuangan.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa framework LCT yang direncanakan akan dioperasikan pada 2024. Hal ini diharapkan dapat memfasilitasi transaksi antara Indonesia dan Korea Selatan dalam mata uang lokal, mengurangi risiko nilai tukar, dan menurunkan biaya bisnis.
Kerja sama LCT antara BI dan Bank of Korea (BOK) menjadi yang keenam setelah kerjasama serupa dengan Bank Negara Malaysia, Bank of Thailand, Japan Ministry of Finance, People Bank of China, dan Monetary Authority of Singapore.
Perry menyampaikan bahwa implementasi LCT dengan Korea akan meningkatkan efisiensi transaksi perdagangan antara kedua negara dan memperdalam pasar keuangan lokal. Melalui kuotasi nilai tukar langsung, risiko nilai tukar dan biaya dapat ditekan, memberikan opsi lebih baik bagi pelaku usaha.
Selain itu, Bank Indonesia dan Bank Sentral Uni Emirat Arab (UEA) juga menandatangani nota kesepahaman penggunaan QRIS antarnegara, memungkinkan transaksi menggunakan ponsel dan mata uang masing-masing negara. Hal ini bertujuan untuk memudahkan transaksi lintas negara, khususnya mengingat jumlah tenaga kerja Indonesia di UEA.
Direktur Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, mengungkapkan bahwa pihaknya juga sedang menjajaki kerja sama serupa dengan India, Jepang, dan China. Meskipun QRIS antarnegara BI sudah terhubung dengan sejumlah negara di ASEAN, termasuk Malaysia, Thailand, dan Singapura, BI tetap menjalin komunikasi dengan negara-negara lain untuk memperluas jaringan transaksi lintas negara.
(Red)