‎NasDem Bireuen : Kepedulian Sosial Irsan Sosiawan Menguatkan Silaturahmi dan Solidaritas Kader

 

Indonesia Investigasi 

BIREUEN — Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial menjadi napas utama dalam kegiatan silaturahmi yang digelar jajaran pengurus daerah Partai NasDem di Kabupaten Bireuen, Sabtu (14/2/2026). Pertemuan yang berlangsung di kantor partai di jalur Bireuen–Takengon tersebut dihadiri unsur pimpinan, pengurus, dan kader dari seluruh kecamatan.

Bacaan Lainnya

‎Kegiatan ini mendapat perhatian khusus dari Ketua DPW NasDem Aceh, Irsan Sosiawan, M.B.A yang juga merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Daerah Pemilihan Aceh II. Meski tidak dapat hadir secara langsung, inisiatif bantuan dan santunan bagi kader terdampak bencana banjir diinisiasi atas dorongan beliau sebagai wujud empati terhadap kondisi masyarakat.

‎Acara dipimpin Ketua DPD NasDem Bireuen, Saifuddin Muhammad, yang akrab disapa Ayah Fud. Turut hadir Sekretaris DPD Nazaruddin, anggota DPRK Bireuen Dra.Rosnani Bahruny, serta mantan anggota DPRK Bireuen Abu Suhai, bersama para ketua dan pengurus kecamatan.

‎Dalam sambutannya, Ayah Fud menyampaikan salam hangat dari Ketua DPW NasDem Aceh kepada seluruh kader. Ia menegaskan bahwa perhatian pimpinan wilayah tidak pernah surut terhadap perkembangan organisasi maupun kondisi masyarakat yang tengah menghadapi bencana.

‎“Beliau menitipkan salam serta memastikan bahwa seluruh kader dan masyarakat terdampak tetap menjadi perhatian bersama. Solidaritas adalah kekuatan utama kita,” ujarnya.

‎Lebih dari sekadar agenda rutin, pertemuan ini mencerminkan karakter gerakan sosial partai yang menempatkan kemanusiaan sebagai pijakan. Bantuan yang disalurkan tidak hanya menjadi bentuk tanggung jawab organisasi, tetapi juga simbol kehadiran politik yang menyatu dengan denyut kehidupan masyarakat.

‎Di sela suasana temu ramah, percakapan berlangsung hangat, tidak kaku oleh formalitas. Ada cerita tentang rumah yang sempat terendam, tentang usaha kecil yang terhenti sementara, hingga tentang keluarga yang harus memulai kembali dari awal. Sentuhan bantuan mungkin tidak menghapus seluruh kesulitan, tetapi kehadiran dan perhatian menghadirkan rasa bahwa mereka tidak berjalan sendiri. Di titik inilah politik menemukan wajah paling manusiawinya.

‎Solidaritas yang terbangun juga menjadi ruang penguatan batin antar kader. Pertemuan tersebut bukan hanya menyalurkan bantuan materi, tetapi juga memulihkan optimisme dan rasa percaya diri mereka sebagai bagian dari komunitas yang saling menopang. Kepedulian yang diinisiasi dari tingkat kepemimpinan wilayah menjelma menjadi energi kolektif yang mengalir hingga akar organisasi.

‎Pada akhirnya, dari ruang sederhana di Bireuen, tersirat pesan yang lebih luas, bahwa kepemimpinan tidak selalu diukur dari kehadiran fisik, tetapi dari perhatian yang nyata dan konsisten. Langkah empati yang digagas Irsan Sosiawan menegaskan bahwa politik dapat hadir sebagai jembatan harapan, menghadirkan rasa peduli, menjaga martabat kebersamaan, dan memastikan bahwa setiap kader maupun masyarakat tetap menjadi bagian dari perjalanan bersama menuju pemulihan.

( Fadjar )

Pos terkait