Indonesia Investigasi
BIREUEN — Kepedulian nyata ditunjukkan Mahasiswa Pendidikan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Lemdiklat Polri Angkatan ke-83/WPS dengan turun langsung ke Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, membantu warga yang terdampak banjir melalui penguatan manajemen logistik, trauma healing, serta penyaluran bantuan sosial.
Di Desa Balee Panah dan wilayah sekitarnya, para mahasiswa melakukan pendataan komprehensif dan koordinasi lapangan guna memastikan kebutuhan warga tertangani secara terukur. Data sementara mencatat sebanyak 59 rumah hanyut terbawa arus sungai bersama lahan tempat berdirinya, sementara 27 unit lainnya mengalami kerusakan berat. Warga yang kehilangan tempat tinggal kini mengungsi ke kawasan Cot Hagu, Desa Balee Panah.
Sementara itu, di wilayah Teupin Mane, 29 kepala keluarga memilih mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat maupun menyewa tempat tinggal sementara. Secara umum tidak terdapat korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun, sempat ditemukan satu jenazah laki-laki yang diduga bukan berasal dari Kecamatan Juli karena tidak adanya laporan warga setempat yang hilang.
Banjir juga berdampak signifikan terhadap infrastruktur, termasuk jembatan pada ruas jalan nasional.
Rencana pembangunan jembatan kembar di kawasan Teupin Mane yang sebelumnya telah diwacanakan, kini dipercepat realisasinya pascabencana, dengan target penyelesaian diproyeksikan pada Agustus mendatang.
Tak hanya fokus pada aspek fisik dan logistik, mahasiswa PTIK juga menggelar kegiatan trauma healing di Posko Pengungsian Desa Balee Panah. Melalui permainan edukatif, sesi motivasi, dan interaksi yang membangun suasana ceria, anak-anak pengungsi diajak kembali tersenyum setelah mengalami situasi penuh tekanan. Bingkisan sederhana turut dibagikan sebagai bentuk perhatian dan dukungan moral.
Pada tahap selanjutnya, bantuan sosial berupa beras dan kebutuhan pokok disalurkan kepada warga terdampak. Dari total 365 kepala keluarga di wilayah tersebut, sebanyak 114 kepala keluarga masih berada di pengungsian dan membutuhkan dukungan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan ini menjadi cerminan komitmen Polri melalui mahasiswa PTIK untuk hadir bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra kemanusiaan. Pendekatan terintegrasi antara penguatan logistik, pemulihan psikologis, dan pemenuhan kebutuhan dasar diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat Kecamatan Juli.
( Fadjar )
