Indonesia Investigasi
ACEH UTARA – Masa depan kepemimpinan Universitas Malikussaleh (Unimal) memasuki babak penting. Senat Unimal menggelar rapat pemilihan tiga calon rektor dari lima kandidat yang telah lolos seleksi administrasi, Selasa (13/10/2026). Proses ini menjadi perhatian sivitas akademika karena hasilnya akan menentukan kandidat yang melanjutkan tahapan pemilihan rektor untuk masa jabatan 2026–2030.
Berdasarkan pantauan Indonesia Investigasi, rapat berlangsung di Ruang Rapat Senat, Gedung Rektorat Unimal, Reuleut, dan dimulai pukul 08.30 WIB. Agenda diawali dengan pembukaan dan penyampaian visi dan misi masing-masing kandidat, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Tahap pemilihan akan dilaksanakan pada pukul 14.00 WIB sampai selesai oleh 34 anggota senat.
Penyampaian visi misi diawali oleh Dr. Alfian, kemudian diikuti oleh Dr.Asri, Dr. Baidhawi, Jullimursyida, Ph.D., dan terakhir giliran Dr. Mukhlis.
Dalam pemaparan tersebut, setiap kandidat memiliki kesempatan untuk menjelaskan gagasan, program prioritas, serta strategi pengembangan universitas ke depan. Sesi tanya jawab menjadi ruang bagi anggota senat untuk mendalami rencana dan komitmen para kandidat dalam memimpin Unimal.
Dinamika pemilihan terasa dalam jalannya rapat. Meski suasana politik kampus menghangat, situasi di ruang rapat berdasarkan pantauan Indonesia Investigasi tetap kondusif. Perbedaan pandangan dalam proses pemilihan menjadi bagian dari dinamika institusi yang perlu dikelola secara dewasa dan sesuai mekanisme yang berlaku.
Pemilihan tiga calon dari lima kandidat merupakan tahapan penting dalam menentukan arah kepemimpinan universitas. Karena itu, visi dan misi yang disampaikan tidak hanya menjadi paparan program, tetapi juga menjadi bahan pertimbangan mengenai arah pengembangan akademik, tata kelola kelembagaan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta daya saing Unimal.
Saiful Adhar, salah seorang dosen senior Unimal, berharap proses pemilihan berlangsung demokratis, objektif, dan mengutamakan kepentingan institusi.
“Pemilihan rektor merupakan momentum penting untuk menentukan arah masa depan Universitas Malikussaleh. Kita berharap seluruh proses berjalan dengan baik, mengedepankan integritas, serta memberikan ruang bagi setiap calon untuk menyampaikan gagasan dan program terbaiknya. Perbedaan pandangan dalam proses pemilihan merupakan hal yang wajar, tetapi hendaknya tidak menimbulkan perpecahan di lingkungan kampus,” ujarnya.
Saiful Adhar juga berharap rektor yang nantinya terpilih mampu merangkul seluruh sivitas akademika, memperkuat kebersamaan, serta membangun budaya kerja profesional yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan tinggi.
“Siapa pun yang nantinya terpilih, harapan kita adalah agar ia mampu menyatukan seluruh elemen universitas, meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi, memperkuat tata kelola yang transparan dan akuntabel, serta membawa Unimal semakin maju dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.
Bagi sivitas akademika, proses ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan momentum untuk memperkuat arah pengembangan institusi. Hasil pemilihan diharapkan mencerminkan proses yang berintegritas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Hingga berita ini disusun, hasil resmi pemilihan tiga calon rektor belum dicantumkan. Pengumuman nama-nama yang terpilih perlu menunggu keputusan resmi Senat Unimal.
Ari
