Indonesia Investigasi
BIREUEN – Alhamdulillah, Rabu, 8 Juli 2026, sedang berlangsung kegiatan Penguatan Kapasitas Tata Kelola dan Manajemen Dayah di Aula Dinas Syariat Islam Kabupaten Bireuen, Aceh.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program Recovery pascabencana banjir bandang yang menerjang wilayah Aceh dan Sumatera beberapa waktu lalu. Program ini bertujuan memperkuat kapasitas tata kelola serta manajemen dayah agar mampu memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan.
Acara dihadiri oleh Imron Wahyudi selaku Direktur Program YDSF, H. Muzakkir Zulkifli, S.Ag. selaku perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Adriansyah, S.Ag., M.H. selaku Koordinator Dayah Aceh,serta Syarifah Marlina Almazhir selaku Direktur Eksekutif Yayasan Aceh Hijau.
Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara berbagai pihak dalam mendukung pemulihan dan penguatan lembaga-lembaga dayah, sehingga dapat terus berperan dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.
Maulina sari selaku Program Manager Yayasan Aceh hijau menambahkan P rogram Dayah Aman, Sehat dan Tangguh peseetanya dari 4 Kabupaten terdapat 5 Dayah yaitu Kabupaten Pidie Jaya dari Balai Pengajian Babul Mahgfirah Alziziyah, Kabupaten Bireuen Dayah Asy Syafi’iyah, Aceh Utara Dayah Darul Muta ‘alimin dan Bustanul Hidayati dan Aceh Timur Dayah Istiqamatuddin Sa’adatul Muarrif serambi Aceh masing masing mengirim 3 utusan sebagai peserta.
Selesai kegiatan ini di harapkan dayah2 memiliki kapasitas dan pemahaman tentang perizinan operasional dayah.
Balai pengajian dan Dayah yang kita assesment saat ini yg belum memiliki izin operasional.(Red)
