Indonesia-Investigasi.com
GUNUNGSITOLI – Sejumlah Guru di SMA Negeri 1 Gunungsitoli alami keresahan atas kepemimpinan Kepala Sekolah (Kepsek) yang baru, Suriani Ganumba, S.Pd,.MPd.
Bagaimana tidak, kebijakan yang diterapkan oleh Kepsek dinilai sangat merugikan sejumlah Guru-Guru yang menerima tunjangan profesi guru (TPG) karena mengurangi jumlah jam mengajar guru, yang bisa berdampak pada Penundaan penerbitan Surat keputusan tunjangan profesi guru (SKTPG).
Dimana menurut penuturan sejumlah Guru, saat kepemimpinan Kepsek yang lama tidak pernah muncul persoalan seperti ini. Namun sejak dipimpin Suriani Ganumba, sebagai Kepsek yang baru dilantik Januari 2026, telah membuat beberapa kebijakan yang merugikan para guru.
Sebagai contoh jumlah beban tugas mengajar Guru yang disetujui dalam rapat, tidak sesuai yang terbit di roster. Selanjutnya Kepsek melakukan pengurangan jumlah beban guru ditengah semester dan merampingkan kelas siswa katolik sehingga guru agama katolik kekurangan les mengajar. Sehingga harus mencari ke sekolah lain agar terpenuhi jumlah les tersebut. Begitu juga dengan guru spesialis bahasa jerman, sehingga Guru yang bersangkutan mengalami kekurangan jumlah jam mengajar (JJM) sehingga terancam tidak menerima tunjangan profesi guru (TPG)
Ditemui diruang kerjanya, Pukul 14.30, Kamis 1 Oktober 2026 kepada media, Suriani Ganumba membantah tudingan tersebut dengan menjelaskan bahwa kebijakan yang Ia lakukan itu ada dasarnya.
“Saya menilai kinerja Guru-Guru ini ada yang tidak sepenuhnya melaksanakan tugasnya sebagai Guru sehingga tidak memenuhi scor penilaian/dibawah standar”, Tuturnya Kepsek.
Disinggung soal adanya pungutan uang sosial kepada siswa, Kepsek menjelaskan bahwa itu bukan pungutan, melainkan mengajari siswa untuk berjiwa sosial dan ikhlas membantu orang yang lagi kemalangan.
“Sumber yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan kepada awak media sejak memimpin SMA Negeri 1 Gunungsitoli, Suriani Ganumba dinilai lebih banyak melakukan pencitraan, sehingga Sekolah ini tampak baik-baik saja padahal di dalamnya sedang bergejolak”, Ujar sumber.
(FZ).
