Iman yang Terlupakan di Tengah Tumpukan Sampah

 

Oleh : Tgk Abdullah

 

Pemandangan di lintas Jalan Monisa, sekitar Rumah Sakit SAAS, Peureulak, belakangan ini menghadirkan ironi yang menyayat nurani. Di tengah aktivitas masyarakat yang berjalan normal, terlihat tumpukan sampah berserakan di pinggir jalan. Bungkusan plastik, sisa rumah tangga, dan limbah lainnya menumpuk tanpa rasa bersalah. Seolah-olah, kondisi ini telah menjadi hal biasa yang diterima begitu saja.

Bacaan Lainnya

 

Padahal, dalam ajaran Islam, kebersihan adalah bagian dari iman. Nilai ini bukan sekadar slogan atau ucapan yang sering kita dengar, tetapi merupakan prinsip hidup yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Setiap muslim memahami bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah bentuk tanggung jawab, baik kepada sesama manusia maupun kepada Allah SWT.

 

Namun realitas yang terjadi justru berbanding terbalik. Banyak di antara kita yang mengaku beriman, tetapi masih abai terhadap kebersihan. Sampah dibuang sembarangan, lingkungan dibiarkan kotor, bahkan di tempat-tempat penting seperti jalur umum dan fasilitas publik. Ini bukan hanya soal kebiasaan buruk, tetapi juga cerminan lemahnya kesadaran dan kepedulian.

 

Lebih ironis lagi, kondisi ini terjadi di Peureulak—sebuah wilayah yang memiliki nilai sejarah besar sebagai salah satu pusat kerajaan Islam pertama di Asia Tenggara. Warisan tersebut seharusnya menjadi kebanggaan sekaligus pengingat bahwa masyarakatnya memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

 

Kita tidak bisa terus menyalahkan pihak lain. Pemerintah memiliki peran, begitu juga masyarakat. Kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Tanpa kesadaran kolektif, persoalan ini tidak akan pernah selesai. Edukasi, pengawasan, dan ketegasan perlu berjalan seiring, tetapi yang paling penting adalah perubahan dari diri sendiri.

 

Sudah saatnya kita bertanya dengan jujur: apakah iman yang kita yakini benar-benar tercermin dalam perilaku kita?

 

Jika kita ingin Peureulak menjadi kota yang tidak hanya dikenal karena sejarahnya, tetapi juga karena peradaban yang hidup, maka kebersihan harus menjadi prioritas. Jalanan yang bersih, lingkungan yang sehat, dan budaya peduli adalah wajah nyata dari masyarakat yang beriman.

 

Karena pada akhirnya, iman bukan hanya diucapkan, tetapi dibuktikan. Dan salah satu bukti paling sederhana adalah menjaga kebersihan di sekitar kita.(*)

 

Pos terkait