Indonesia Investigasi
BANGKALAN – Untuk mendukung ASTA CITA Presiden Prabowo Subianto, IKAMA hadir dalam penguatan ketahanan Pangan dan penciptaan lapangan kerja bagi Anak Bangsa.
Kembali ditegaskan Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Madura (IKAMA), H. Muhammad Rawi. Ia menyatakan kesiapan organisasinya untuk bersinergi dalam pengembangan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan sebagai pilar utama pembangunan ekonomi daerah.
H. Rawi menilai potensi sumber daya alam Madura, khususnya di sektor pertanian, sangat besar namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Menurutnya, keberhasilan pembangunan pertanian sangat bergantung pada adanya pendampingan yang berkelanjutan serta kepastian akses pasar bagi para petani.
“Kalau pembimbing ada, investor ada, dan pasar sudah tersedia, petani pasti bisa jalan. Sekarang pembeli sebenarnya sudah ada, tinggal memotivasi saja,” ujarnya.
Ia menegaskan, petani seharusnya tidak lagi dibebani persoalan permodalan maupun pemasaran. Dalam hal ini, peran negara dinilai sangat penting dalam menghadirkan ekosistem usaha yang sehat melalui pelatihan, pendampingan, hingga membuka akses investasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Menurutnya, penguatan sektor pertanian juga sejalan dengan berbagai program pemerintah, termasuk program penyediaan makanan bergizi yang membutuhkan ketersediaan beras, protein hewani, telur, hingga hasil perikanan secara berkelanjutan.
IKAMA, kata dia, siap mengambil peran dalam mendukung program tersebut, terutama dalam upaya menciptakan lapangan kerja baru di Madura. Ia mengakui, salah satu tantangan yang masih dihadapi daerah adalah kualitas sumber daya manusia yang perlu terus ditingkatkan.
“Kami siap bersinergi selama tujuannya menciptakan lapangan kerja. Pemerintah harus melibatkan semua elemen, terutama anak muda,” tegasnya.
Di sektor pertanian, H. Rawi juga menyoroti potensi besar Madura dari komoditas strategis seperti tembakau, garam, hingga gas alam. Ia menilai, jika pengelolaan ekonomi daerah dilakukan secara lebih optimal, Madura berpeluang menjadi salah satu daerah sumber kekuatan ekonomi nasional.
Ia mencontohkan besarnya nilai ekonomi tembakau Madura yang selama ini berkontribusi besar, namun distribusi nilai tambahnya dinilai belum sepenuhnya dirasakan oleh daerah.
“Kalau pengelolaan langsung optimal, potensi pendapatan daerah bisa jauh lebih besar. Belum lagi potensi gas dan garam,” jelasnya.
IKAMA juga membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai organisasi masyarakat, selama memiliki tujuan yang sama dalam membangun ekonomi daerah secara positif, produktif, dan kondusif.
Untuk mendukung Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Pemerintah Prabowo Subianto, untuk menopang ketahanan pangan, ketua DPP IKAMA H.M. RAWI mendukung penuh
“Disektor Perikanan, kami sudah siapkan lahan puluhan hektar di wilayah pesisir pantai kaki jembatan Suramadu, silahkan di gunakan untuk budidaya perikanan, baik menggunakan metode kramba laut, atau prisma garam atau yang lainnya, sehingga dapat menyuplai Program Makanan Bergizi Gratis ( MBG,red)” terangnya.( 11/2/26)
Melalui sinergi antara pemerintah, investor, organisasi masyarakat, dan generasi muda, Madura, khususnya Bangkalan, diharapkan dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis sektor pangan di empat Kabupaten di Madura.
(Hs/tim).
