Indonesia investigasi .com
PADANG , 19 September 2026 – Masyarakat kota Padang khususnya bagi warga yang mempunyai anak untuk masuk sekolah di tahun ajaran baru sangat mengeluh dan juga memprihatinkan apalagi bagi mereka yang di kalangan ekonomi rendah . Tidak berpenghasilan tetap , terlebih bagi yang sudah yatim , piatu tak ada yang menggung biaya hidup . Sudah pasti tak kan mampu melanjutkan pendidikan .
Dari bukti yang di temukan oleh awak media Indonesia investigasi di lapangan , bermacam keluhan masyarakat dengan aturan yang ada di sekolah .
Terutama pada seragam sekolah , baik SDN mau pun di berbagai SMPN di kota Padang .
Dari keterangan yang di uraikan salah seorang kepala sekolah SMPN di kota Padang bahwa , untuk seragam sekolah sudah menjadi urusan vendor .
Pihak sekolah juga menyatakan tidak lagi ikut da lam urusan seragam tersebut.
Namun dalam peninjauan di lapangan , harga per STEL baju seragam tidak sesuai dengan harga pasaran .
Di duga kuat seragam sekolah di jadikan ladang bisnis bagi vendor dan pihak sekolah dalam dunia pendidikan .
Hanya 3 STEL baju di tambah 1 helai baju di tambah 1 helai atasan saja dengan nominal Rp 995.000.
Dan jumlah tersebut harus di bayar kes , di transfer ke rekening vendor melalui instruksi dari pihak sekolah .
Itu bagi warga yang anak nya tidak mendapatkan seragam gratis dari pemerintah.
Dari tinjauan awak media di lapangan.
Justru yang tidak mendapatkan bantuan , lebih banyak dari kalangan tidak mampu dan ekonomi berpenghasilan rendah
Begitu banyak keluarga yang tak mampu anaknya putus sekolah .
Akibat keterbatasan biaya .
Hingga membuat generasi yang putus sekolah sulit mendapatkan pekerjaan .
Akhirnya menjalani kerasnya jalan kehidupan . Dan bahkan banyak pula yang terseret ke dunia hitam
Dengan yang bergulir setiap tahunnya dalam dunia pendidikan .
Di duga ke untungan di raup oleh kalangan instansi tertentu .
Dalam kasus ini , demi menjaga dunia pendidikan . Perlu adanya tindakan hukum untuk mengambil tindak kan tegas .
Agar generasi bisa tumbuh dalam dunia pendidikan yang sehat , dan masyarakat di kalangan yang di anggap lemah percaya bahwa , keadilan di bumi Pertiwi Indonesia masih ada .
