Indonesiainvestigasi.com
SUBULUSSALAM – Belum ada uang yang cair, tapi beritanya sudah viral duluan. Polemik bantuan modal usaha Rp500 juta untuk pengadaan 20 unit becak Kombatan GAM Kota Subulussalam kini jadi sorotan.
Pemerintah Kota Subulussalam melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM menegaskan program ini bentuk perhatian kepada mantan kombatan.
PLT Kepala Dinas UKM Kota Subulussalam, Awaludin, S.E., menjelaskan ke media bahwa anggaran Rp500 juta memang disiapkan untuk 20 unit becak bagi Kombatan GAM Kota Subulussalam.
Namun faktanya di lapangan berbeda. Salah satu Kombatan GAM, Ishak Munthe, mengaku kaget dengan pemberitaan yang sudah beredar luas.yang menanyakan tentang keterima penerima becak tersebut, sementara bantuan itu untuk masyarakat korban komplik.
“Saya terkejut ada pemberitaan terkait dana tersebut. Sementara dana yang disebut di berita itu belum ada dicairkan, dan belum di lelang atau di tender kan tapi sudah heboh. Saya sampaikan, berita itu belum ada kepastian,” ujar Ishak saat dikonfirmasi awak media,kamis 02 juli 2026
Ishak juga meluruskan jumlahnya. Menurut dia, dana Rp500.000.000 itu diperuntukkan pembelian becak sebanyak 20 unit, Bantuan akan dibagikan kepada Kombatan GAM yang belum memiliki kendaraan untuk berusaha, apabila dana itu sudah dikeluarkan pemerintah.
“Ini baru kali ini kami mantan Kombatan GAM menerima perhatian bantuan dari Pemerintah Kota Subulussalam di era Haji Rasid Bancin dan Nasir Kombih,” tambah Ishak.
“Bantuan Rp500 juta ini jelas untuk usaha para Kombatan. Tapi sampai hari ini anggaran dan unitnya belum kami terima,” tegas keduanya.
Jusmadi
