BREAKING NEWS
Indonesiainvestigasi.com
Labuhanbatu – Sumatra Utara. 16 April 2026 — Keresahan mendalam terus menyelimuti masyarakat, khususnya warga Dusun Siborangan, Desa Tanjung Siram, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatra Utara. Warga secara terbuka menantang Kapolres Labuhanbatu, AKBP Wahyu Endar Jaya, S.I.K., M.Si, untuk membuktikan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika jenis sabu yang diduga dikendalikan oleh seorang pria bernama Boby.
Suara lantang penolakan terhadap peredaran narkoba kini tidak hanya datang dari kalangan tokoh masyarakat, tetapi juga dari kaum ibu yang mengaku semakin cemas melihat masa depan anak-anak mereka terancam oleh maraknya peredaran sabu di wilayah tersebut.
“Kami tidak minta macam-macam, Pak Kapolres. Kami tidak minta uang, tidak minta bantuan apa pun. Kami hanya ingin ketenangan. Kami hanya ingin anak cucu kami terselamatkan dari sabu yang beredar di sini,” ungkap salah seorang ibu warga Siborangan dengan nada penuh harap dan kekhawatiran.
Menurut penuturan warga, peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Siborangan sudah sangat meresahkan dan dinilai semakin berani. Sosok Boby disebut-sebut oleh masyarakat sebagai figur yang diduga kuat menjadi pengendali utama jaringan peredaran sabu di kawasan tersebut. Warga menilai aktivitas yang diduga berlangsung selama ini seolah tak tersentuh hukum.
Masyarakat menilai kondisi ini sebagai ancaman serius terhadap keberlangsungan generasi muda di Desa Tanjung Siram. Mereka menyebut sabu sebagai “mesin penghancur generasi muda” yang secara perlahan merusak moral, kesehatan, dan masa depan anak-anak di lingkungan mereka.
“Kami ini masyarakatmu, Pak Kapolres. Kami warga yang ingin hidup tenang. Tapi kalau sabu terus beredar, bagaimana anak-anak kami bisa selamat?” ujar seorang warga lainnya.
Dalam pernyataan terbuka yang disampaikan warga pada Kamis, 16 April 2026, masyarakat Siborangan secara tegas menyampaikan tantangan moral kepada Kapolres Labuhanbatu untuk menunjukkan ketegasan dalam menegakkan hukum.
“Pak Kapolres, mampu nggak tangkap Boby? Kami menunggu tindakan nyata, bukan sekadar janji. Kalau memang hukum masih ada di negeri ini, kami berharap pelaku perusak generasi muda bisa segera ditangkap,” tegas warga dalam pernyataan bersama.
Keresahan warga semakin memuncak karena mereka merasa dampak sosial dari dugaan peredaran sabu sudah mulai terlihat nyata. Beberapa warga mengaku melihat perubahan perilaku pada sejumlah remaja yang diduga terpengaruh narkoba. Kondisi ini menimbulkan ketakutan bahwa jika tidak segera ditindak, generasi muda di wilayah tersebut akan semakin terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.
Kaum ibu menjadi kelompok yang paling vokal dalam menyuarakan penolakan terhadap peredaran sabu. Mereka mengaku tidak ingin melihat anak-anak mereka menjadi korban dari bisnis haram yang dinilai merusak masa depan keluarga.
“Kami ini ibu-ibu, Pak Kapolres. Kami hanya ingin anak kami sekolah, tumbuh sehat, dan punya masa depan. Jangan biarkan sabu merusak semua itu,” ujar seorang ibu dengan mata berkaca-kaca.
Warga juga berharap aparat kepolisian tidak tinggal diam terhadap situasi yang mereka alami. Mereka menilai bahwa tindakan tegas dan nyata dari pihak kepolisian merupakan satu-satunya harapan untuk memulihkan rasa aman di tengah masyarakat.
Selain itu, masyarakat menilai bahwa ketegasan aparat penegak hukum dalam memberantas narkoba akan menjadi bukti nyata bahwa negara hadir untuk melindungi rakyatnya dari ancaman narkotika yang semakin merajalela.
“Kami tidak ingin hanya mendengar kabar penangkapan di tempat lain. Kami ingin wilayah kami juga bersih dari narkoba. Jangan sampai generasi kami habis karena sabu,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat.
Situasi ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi jajaran Polres Labuhanbatu. Warga menegaskan bahwa tantangan yang mereka sampaikan bukan bentuk perlawanan terhadap aparat, melainkan bentuk harapan besar agar hukum ditegakkan tanpa pandang bulu.
Masyarakat Siborangan kini menunggu langkah konkret dari Kapolres Labuhanbatu untuk menjawab tantangan tersebut. Bagi mereka, keberhasilan menangkap pihak yang diduga sebagai pengendali peredaran sabu akan menjadi bukti bahwa aparat benar-benar hadir untuk memberikan perlindungan dan rasa aman bagi masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Siborangan menyatakan akan terus mengawal persoalan ini dan berharap aparat kepolisian segera bertindak tegas demi menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika yang semakin meresahkan.
Penulis : Chairul Ritonga
