Indonesiainvestigasi.com
LABUHANBATU UTARA – Sumatra Utara – Sebuah video yang memperlihatkan keresahan warga terkait dugaan aktivitas peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kampung Baru, Aek Kanopan, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, beredar luas dan menjadi sorotan publik.
Dalam video tersebut, seorang ibu paruh baya tampak merekam sebuah lokasi yang disebut-sebut warga sebagai titik yang diduga kerap dijadikan tempat aktivitas peredaran narkotika. Video itu memicu kemarahan dan kecemasan masyarakat, khususnya para kaum ibu yang mengaku khawatir terhadap masa depan anak-anak dan cucu mereka.
Sejumlah warga dalam rekaman itu menyebut nama Uki dan Kiki, yang disebut sebagai pasangan suami istri, terkait dugaan pengendalian aktivitas peredaran sabu di kawasan tersebut. Namun, tudingan itu masih perlu dibuktikan melalui penyelidikan dan penegakan hukum oleh aparat berwenang.
Informasi yang dihimpun pada Rabu, 24 Juni 2026, menyebutkan bahwa keresahan masyarakat bukan muncul tanpa alasan. Warga mengaku sudah lama merasakan dampak buruk dari dugaan peredaran narkoba yang disebut terjadi di lingkungan mereka. Mereka menilai narkotika bukan hanya merusak individu, tetapi juga mengancam ketenteraman kampung serta masa depan generasi muda.
“Pak Kapolres Labuhanbatu, tolong jangan cuma hanya sebagai penonton. Kami minta sikap tegas bapak sebagai Kapolres. Tangkap Uki dan Kiki, yang telah merusak anak dan cucu kami,” ujar beberapa kaum ibu dengan nada penuh harap dan kemarahan.
Pernyataan warga tersebut menjadi gambaran betapa seriusnya keresahan yang kini berkembang di tengah masyarakat. Para ibu menilai, jika dugaan aktivitas narkoba itu benar terjadi dan dibiarkan berlarut-larut, maka dampaknya akan semakin luas. Anak-anak muda dapat menjadi sasaran, keluarga dapat hancur, dan lingkungan sosial dapat berubah menjadi tidak aman.
Publik kini mendesak Polsek Aek Kanopan dan Polres Labuhanbatu agar tidak sekadar menerima informasi, melainkan segera melakukan langkah nyata. Warga meminta aparat turun langsung ke lokasi, mengumpulkan bukti, memeriksa pihak-pihak yang diduga terlibat, serta membongkar jaringan apabila dugaan tersebut terbukti.
Desakan juga diarahkan kepada Polda Sumatera Utara melalui Direktorat Reserse Narkoba. Masyarakat berharap penanganan perkara tidak berhenti pada tingkat laporan atau patroli biasa, tetapi dilakukan secara serius, terukur, dan agresif sesuai prosedur hukum.
Warga meminta aparat tidak memberi ruang sedikit pun kepada pelaku peredaran narkotika. Mereka menilai, peredaran sabu yang diduga berlangsung di tengah permukiman merupakan ancaman nyata bagi keamanan dan moral masyarakat.
“Kalau memang ada dugaan peredaran sabu, harus segera ditindak. Jangan sampai warga yang sudah resah justru merasa tidak dilindungi. Kami ingin kampung ini bersih dari narkoba,” ungkap salah seorang warga.
Narkotika jenis sabu dikenal sebagai barang haram yang memiliki dampak besar terhadap penggunanya. Ketergantungan, tindakan kriminal, konflik keluarga, putus sekolah, hingga kerusakan masa depan generasi muda sering kali menjadi rangkaian persoalan yang mengikuti peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Karena itu, masyarakat berharap aparat penegak hukum tidak menunggu persoalan semakin besar. Penyelidikan yang profesional dan transparan dinilai penting untuk menjawab keresahan warga sekaligus memastikan siapa saja yang benar-benar terlibat.
Jika hasil penyelidikan menemukan adanya unsur pidana, warga meminta seluruh pihak yang terlibat diproses sesuai hukum tanpa pandang bulu. Sebaliknya, apabila tudingan yang beredar tidak terbukti, aparat juga diharapkan menyampaikan hasilnya secara terbuka agar tidak berkembang menjadi fitnah di tengah masyarakat.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak Uki dan Kiki terkait tudingan yang beredar dalam video tersebut. Konfirmasi dari pihak kepolisian juga masih diperlukan untuk mengetahui langkah penanganan dan perkembangan penyelidikan atas informasi yang telah menjadi perhatian publik itu.
Masyarakat Kampung Baru Aek Kanopan kini menunggu bukti ketegasan aparat. Bagi warga, pemberantasan narkoba bukan sekadar penangkapan, melainkan upaya menyelamatkan anak-anak, menjaga keluarga, dan mengembalikan rasa aman di lingkungan mereka.
Penulis : Chairul Ritonga
