Tim Asistensi Polri Tinjau dan Perkuat Pembangunan Jembatan Bailey di Sawang Pasca Banjir Bandang

 

Indonesia Investigasi 

ACEH UTARA – Polri terus menunjukkan komitmennya dalam percepatan pemulihan infrastruktur pasca banjir bandang di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Rabu (11/2/2026), Tim Asistensi Pembangunan Jembatan Bailey melakukan peninjauan dan penguatan pelaksanaan pembangunan jembatan darurat yang dibangun oleh Brimob Polri di wilayah tersebut.

 

Bacaan Lainnya

Tim Asistensi dipimpin oleh Irjen Pol. Almas Widodo Kolopaking selaku Teknisi KBRN Utama Tk. I Korbrimob Polri, didampingi Dansat Brimob Polda Aceh Kombes Pol. Zuhdi Batubara, Teknisi Jibom Madya Tk. III Korbrimob Polri Kombes Pol. Mada Ramadita, Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.I.K., S.H., M.H., Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi, S.I.Kom, serta sejumlah pejabat utama Polres Lhokseumawe dan unsur terkait lainnya.

 

Asistensi dilakukan di dua lokasi pembangunan Jembatan Bailey, yakni di Desa Lhok Cut dan Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang. Kedua jembatan tersebut sebelumnya putus total akibat diterjang banjir bandang pada 26 November 2025 lalu.

 

Irjen Pol. Almas Widodo Kolopaking menyampaikan bahwa kegiatan asistensi ini bertujuan untuk memastikan proses pembangunan Jembatan Bailey oleh Brimob Polri berjalan sesuai standar teknis, tepat waktu, dan mampu segera difungsikan untuk kepentingan masyarakat.

 

“Kehadiran kami untuk memberikan dukungan teknis, memastikan kesiapan personel, serta menjamin seluruh tahapan pembangunan dan pengamanan berjalan optimal, sehingga jembatan ini dapat segera dimanfaatkan oleh warga,” ujarnya.

 

Ia juga menegaskan bahwa percepatan pembangunan ini merupakan bagian dari tindak lanjut instruksi Presiden Republik Indonesia dalam rangka pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak bencana.

 

Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan menjelaskan, Jembatan Lhok Cut menghubungkan empat desa yakni Lhok Cut, Blang Cut, Gunci, dan Kubu. Sementara Jembatan Riseh Tunong menghubungkan desa tersebut dengan Dusun Cot Calang. Putusnya dua akses vital tersebut sempat menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas warga.

 

“Sebagai langkah awal, kami bersama Brimob Polri telah membangun jembatan kayu sementara untuk membantu mobilitas masyarakat. Kini pembangunan Jembatan Bailey menjadi solusi yang lebih kuat dan representatif,” jelas Kapolres.

 

Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi, S.I.Kom, menyampaikan apresiasi atas peran aktif Polri dalam membantu percepatan pemulihan infrastruktur di Sawang.

 

“Pembangunan Jembatan Bailey ini sangat dibutuhkan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mendukung penuh dan mengapresiasi sinergi Polri dalam membantu warga pasca bencana,” katanya.

 

Dengan adanya asistensi ini, diharapkan pembangunan Jembatan Bailey di Kecamatan Sawang dapat segera rampung dan mengembalikan konektivitas antar desa, sehingga aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.

Fauzan pewarta

 

Pos terkait